Amazon Naikkan Upah Minimum Pekerja Operasional AS Jadi USD 20 per Jam
WARTAFINANSIAL.COM — Amazon menaikkan upah minimum pekerja operasional intinya di Amerika Serikat menjadi USD 20 per jam, naik USD 1 dari sebelumnya, dengan rata-rata upah per jam mendekati USD 24. Investasi untuk kenaikan ini melebihi USD 1,5 miliar, hanya sekitar 0,06% dari kapitalisasi pasar perusahaan yang mencapai USD 2,68 triliun. Perusahaan juga menambah paket tunjangan baru, meski respons sebagian pekerja di forum internal menunjukkan skeptisisme.
Bagi karyawan yang memenuhi syarat, kenaikan ini setara USD 1 per jam dari tingkat upah sebelumnya. Amazon menyebut total kompensasi rata-rata, termasuk nilai tunjangan, mencapai lebih dari USD 32 per jam.
"When you add in the value of our industry-leading benefits, average total compensation comes to more than $32 per hour," tulis Udit Madan, Senior Vice President Amazon, dalam sebuah unggahan blog.
Berapa Besar Biaya yang Dikeluarkan Amazon?
Investasi untuk kenaikan upah ini melebihi USD 1,5 miliar. Angka itu setara sekitar 0,06% dari kapitalisasi pasar Amazon yang mencapai USD 2,68 triliun. Dengan kata lain, beban kenaikan upah relatif kecil dibanding skala valuasi perusahaan.
Tunjangan Baru: Day 1 Financial hingga Diskon Whole Foods
Amazon menambahkan sejumlah fasilitas baru bagi karyawan. Salah satunya akses ke sistem perbankan berbiaya rendah bernama Day 1 Financial. Karyawan juga mendapat keanggotaan di First Tech Federal Credit Union.
Untuk belanja harian, pekerja mendapat diskon 20% untuk pembelian langsung di gerai Whole Foods Market. Whole Foods adalah jaringan toko bahan makanan premium yang dimiliki Amazon. Jika berbelanja lewat kanal online Amazon, karyawan mendapat diskon 10%.
Paket tunjangan yang sudah berjalan sebelumnya mencakup keanggotaan Prime gratis, program pendidikan prabayar, dan cakupan layanan kesehatan.
Respons Pekerja: Diskon Dianggap Kurang Menguntungkan
Di subreddit khusus karyawan pusat pemenuhan Amazon, respons terhadap pengumuman ini cenderung tidak antusias. Salah satu pekerja mengomentari diskon Whole Foods dengan nada sinis.
"So it would make it cost almost the same as a regular store, then? Hahaha," tulis pekerja tersebut, merujuk pada reputasi Whole Foods yang dikenal lebih mahal dari toko biasa.
Komentar itu menggambarkan bahwa sebagian pekerja menilai diskon 20% belum tentu membuat harga di Whole Foods lebih murah dibanding toko kelontong reguler.
Posisi di Pasar Tenaga Kerja AS
Langkah Amazon menaikkan upah minimum terjadi di tengah persaingan tenaga kerja sektor logistik dan ritel di Amerika Serikat. Perusahaan perlu menjaga daya tarik rekrutmen untuk posisi operasional yang biasanya berintensitas fisik tinggi.
Namun, besaran investasi USD 1,5 miliar yang hanya 0,06% dari kapitalisasi pasar menunjukkan kenaikan ini tidak mengubah struktur biaya perusahaan secara signifikan. Bagi Amazon, ini lebih soal menjaga stabilitas tenaga kerja ketimbang tekanan finansial besar.
Kenaikan upah dan tambahan tunjangan ini paling relevan bagi pekerja operasional di AS. Untuk pengguna Amazon di Indonesia, kebijakan ini tidak berdampak langsung pada harga atau layanan, kecuali jika perusahaan menyesuaikan skema serupa di pasar lain.