Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.693 per Dolar AS, Pasar Sambut Positif Gubernur BI Terpilih

RE
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.693 per Dolar AS, Pasar Sambut Positif Gubernur BI Terpilih

WARTAFINANSIAL.COM — Penguatan rupiah juga tercermin pada kurs referensi JISDOR Bank Indonesia yang berada di posisi Rp17.703 per dolar AS, membaik dibandingkan posisi hari sebelumnya di Rp17.762 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan sentimen pelaku pasar yang mulai optimistis terhadap arah kebijakan moneter nasional ke depan.

Kepastian Kepemimpinan BI Menjadi Katalis Penguatan

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pasar merespons positif keputusan Komisi XI DPR RI yang secara resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih. Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat pada Kamis, 27 Agustus 2026, setelah Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Destry, yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI, diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal. Dengan persetujuan ini, ia selangkah lagi mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif.

Pelaku Pasar Wait and See Menanti Data Inflasi

Meski rupiah menguat, pelaku pasar cenderung menahan diri dari mengambil posisi agresif. Mereka menunggu rilis angka inflasi resmi yang dijadwalkan keluar pekan depan. Data inflasi ini menjadi indikator krusial bagi bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga ke depan.

Kepastian kepemimpinan di BI diharapkan mampu memberikan stabilitas kebijakan, terutama dalam menjaga nilai tukar dan mengendalikan inflasi. Namun, data ekonomi makro yang akan dirilis pekan depan tetap menjadi penentu utama langkah selanjutnya di pasar keuangan.

Investasi mengandung risiko.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua