Independensi BI Menjadi Kunci Utama Memelihara Ketahanan Rupiah

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 21 Agustus 2026
Independensi BI Menjadi Kunci Utama Memelihara Ketahanan Rupiah
Independensi BI Menjadi Kunci Utama (FOTO: NET)

JAKARTA - Pakar ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menganggap kemandirian Bank Indonesia (BI) merupakan benteng pamungkas demi memelihara ketahanan ekonomi nasional.

“Ketika fiskal kami ini buruk pengelolaannya … seharusnya ada pengawal terakhir yang itu dipegang oleh otoritas moneter yang tidak boleh diintervensi siapa pun dan apa pun,” kata Nailul dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan penuturan Nailul, kedaulatan BI krusial supaya bank sentral bisa melakoni peran memelihara ketahanan moneter beserta mata uang tanpa himpitan dari hasrat arah tindakan fiskal penguasa.

Dia menyampaikan rekam jejak beraneka ragam negara memperlihatkan bahwa keterikatan bank sentral terhadap penguasa sanggup memicu masalah sewaktu arah tindakan moneter dimanfaatkan demi menopang hajat fiskal.

Nailul menerangkan pengokohan kedaulatan bank sentral merupakan bagian dari pelajaran atas beragam kemelut ekonomi yang bermula sejak masa usai-Perang Dunia.

Berdasar pada argumennya, pada masa itu beberapa bank sentral masih ada di bawah kendali penguasa lantaran diposisikan demi menopang pendanaan pembangunan serta pemulihan ekonomi usai perang.

Namun demikian, peristiwa lonjakan harga mendesak pergeseran pola pikir menuju bank sentral yang lebih mandiri.

Tanpa terkecuali Indonesia, lanjutnya, turut melewati pergeseran tersebut pascamusibah ekonomi 1997-1998.

Pengokohan kedaulatan BI lantas dicantumkan lewat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 mengenai Bank Indonesia, yang berikutnya melewati penyesuaian pada 2004.

Nailul menganggap kemandirian tersebut kian krusial seiring terbukanya lalu lintas dana.

Berdasar pada penjelasannya, sewaktu lalu lintas dana sanggup berpindah keluar-masuk secara kilat, bank sentral memerlukan nama baik demi memelihara ketahanan moneter beserta mata uang.

Dia pun memperingatkan ancaman jikalau arah tindakan moneter terlampau disasarkan demi menopang hajat fiskal penguasa.

Situasi itu, berdasar pada pandangannya, sanggup memicu ketakutan pasar atas nama baik arah tindakan dan akhirnya memicu lalu lintas dana keluar.

Selanjutnya, Nailul memperingatkan bahwa himpitan fiskal yang tidak ditata secara benar juga sanggup berdampak pada keyakinan terhadap mata uang rupiah.

Sewaktu keyakinan terhadap mata uang lokal merosot, warga atau pemodal sanggup mengalihkan kekayaannya ke mata uang asing sehingga memperbesar himpitan terhadap kurs.

Dia mendambakan nakhoda BI mendatang senantiasa sanggup memelihara kedaulatan bank sentral dari himpitan penguasa maupun kepentingan arah tindakan tempo singkat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua