Gelar Fun Walk, BI NTB Tingkatkan Pemahaman Digitalisasi dan Rupiah
MATARAM - Bank Indonesia (BI) Daerah NTB mengimbau warga tidak hanya mencintai serta bangga mengoperasikan Rupiah, tetapi juga paham tata cara bertransaksi yang aman pada era masifnya pembayaran digital.
Pesan tersebut disampaikan BI NTB melalui Fun Walk RINJANI (Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri) yang diselenggarakan di Mataram, Sabtu, 8 Agustus 2026. Sebanyak 750 peserta dari sektor perbankan, mitra kerja, serta jajaran BI NTB ikut serta.
Program ini pun menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026, sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas menjelaskan, agenda ini tidak hanya mengajak warga untuk berolahraga, melainkan menjadi media dalam menguatkan pemahaman terkait Rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, hingga perlindungan konsumen.
Berdasarkan pandangannya, spirit Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah wajib terus dipupuk selaras dengan perubahan perilaku bertransaksi warga.
“Cinta dan bangga menggunakan Rupiah merupakan bentuk kepercayaan kepada bangsa sendiri dan wujud nyata kemerdekaan ekonomi Indonesia,” kata Hario.
Ia menegaskan, Rupiah tidak sebatas alat pembayaran. Mata uang nasional tersebut merupakan simbol kedaulatan sekaligus salah satu alat pemersatu bangsa.
Oleh karena itu, BI NTB konsisten mendorong warga mengaplikasikan Rupiah pada seluruh transaksi di kawasan Indonesia, sembari mengerti karakteristik serta cara merawatnya secara tepat.
Di sisi lain, edukasi Rupiah saat ini tidak dapat dilepaskan dari tren transaksi digital. Pengaplikasian QRIS menjadi salah satu fokus sosialisasi yang disajikan pada kegiatan tersebut.
BI NTB juga memperkenalkan aspek perlindungan konsumen melalui PeKA (Peduli, Kenali, Adukan). Warga didorong lebih memperhatikan keamanan transaksi, mengidentifikasi potensi bahaya, serta mengerti langkah yang perlu diambil bilamana menjumpai persoalan pada sistem pembayaran.
Gubernur NTB, Lalu. Muhamad Iqbal melalui Asisten I Provinsi NTB Dr. Drs. H. Fathul Gani, M.Si., mengapresiasi kegiatan ini.
Berdasarkan penjelasannya, penguatan sektor ekonomi wajib berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup warga. Karena hal itu, olahraga beserta edukasi ekonomi bisa menjadi suatu perpaduan kegiatan yang saling mengisi.
Ia mengajak masyarakat untuk Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah. Cinta berarti menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia, bangga berarti menjadikan Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa, sedangkan paham berarti memahami fungsi Rupiah serta bijak dalam bertransaksi dan berbelanja.