Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Menjadi 18.069

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 29 Juli 2026
Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Menjadi 18.069
Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Melemah (FOTO: NET)

JAKARTA - Pada hari ini, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka terkoreksi 0,33 persen menuju posisi Rp 18.069.

Satu hari sebelumnya, nilai rupiah bertahan pada angka Rp 18.009 per dolar AS.

Pergerakan mata uang pada wilayah Asia sebagian besar juga merosot terhadap dolar AS.

Yuan Cina terperosok 0,03 persen, dolar Singapura tertekan 0,09 persen, yen Jepang melorot 0,02 persen, won Korea Selatan melemah 0,27 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,01 persen, namun dolar Hong Kong menanjak tipis 0,01 persen.

Indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia terkikis 0,04 persen menuju angka 101,34.

Pada sisi lainnya, rupiah menguat 0,08 persen atas poundsterling Inggris menuju angka Rp 23.923, tidak berubah atas euro pada angka Rp 19.961, serta naik 0,06 persen atas dolar Australia menuju angka Rp 12.583.

Analis pasar uang, Lukman Leong, seperti dikutip dari Sumbernya, menyebutkan nilai tukar rupiah diprediksi tetap berada di dalam tekanan pada transaksi hari ini.

Berdasarkan pandangannya, sentimen negatif para pemodal terhadap pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo masih memengaruhi pergerakan rupiah.

“Investor yang masih merespons pengunduran diri Gubernur BI, kemarin,” ujar Lukman.

Lukman memproyeksikan rupiah berjalan di dalam rentang Rp 17.950 sampai Rp 18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Di saat bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkulai 0,13 persen menuju angka 6.177,7 pada permulaan perdagangan.

Pada waktu pembukaan sesi hari ini, IHSG berjalan pada rentang 6.169 hingga 6.199.

Di menit-menit permulaan transaksi, berjumlah 2,306 miliar lembar saham sudah diperjualbelikan dengan nominal transaksi menyentuh Rp 860,2 miliar.

Jumlah frekuensi perdagangan tercatat sekitar 153,8 ribu kali.

Sebanyak 299 saham menanjak, 199 saham melorot, dan 467 saham bergerak tidak berubah.

CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG memiliki peluang menanjak pada transaksi hari ini walaupun diawali di zona merah.

IHSG diperkirakan bakal berjalan variatif dengan kecenderungan menanjak, lewat rentang support pada 6.125-6.065 serta resistance pada 6.245-6.310.

Laju penguatan indeks-indeks utama pada Wall Street serta kenaikan harga berbagai komoditas mineral logam berpotensi menjadi pemicu positif bagi pergerakan IHSG.

Di sisi lainnya, berlanjutnya tindakan jual bersih (net sell) para pemodal luar negeri diperkirakan tetap menjadi sentimen yang menahan kecepatan penguatan pasar saham dalam negeri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua