BNI Alokasikan Kas Rp627 Miliar Demi Buyback Saham dan Stabilkan Pasar

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 28 Juli 2026
BNI Alokasikan Kas Rp627 Miliar Demi Buyback Saham dan Stabilkan Pasar
BNI Alokasikan Kas Rp627 Miliar Demi Buyback Saham (FOTO: NET)

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berniat menjalankan pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran paling tinggi Rp627 miliar sebagai bagian dari tindakan merawat kestabilan transaksi saham di tengah pergerakan pasar yang bergejolak signifikan.

Corporate Secretary BBNI Okki Rushartomo menyebutkan perusahaan akan memproses buyback mulai 27 Juli hingga 26 Oktober 2026.

Proses pembelian kembali saham tersebut akan dilangsungkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), baik secara bertahap ataupun serentak.

"Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan jumlah nilai seluruh buyback sebesar-besarnya Rp627 miliar. Pelaksanaan buyback akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan Perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Okki dari Sumbernya, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan seluruh dana buyback akan diambil dari kas internal perusahaan.

Nominal maksimum Rp627 miliar tersebut sudah memperhitungkan tarif transaksi, termasuk komisi makelar pedagang efek serta biaya lainnya yang dianggarkan setinggi-tingginya sebesar 0,30%.

Menurut Okki, penanganan buyback diperkirakan bakal menurunkan aset dan ekuitas perusahaan hingga sebesar nominal pembelian kembali saham.

Meskipun begitu, efeknya atas biaya operasional serta kinerja keuangan dianggap tidak signifikan.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," tutur Okki.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua