Rupiah Ditutup Menguat Rp17.917 Usai BI Tahan Suku Bunga pada 5,75 Persen
JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah berakhir naik pada transaksi Rabu (22/7/2026) sore, usai Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk mempertahankan BI Rate di posisi 5,75 persen.
Laju positif ini terwujud meski saat transaksi Rabu pagi rupiah sempat turun dikarenakan tekanan internasional.
Merujuk pada angka pasar spot, mata uang rupiah mengakhiri sesi dengan naik 29 poin atau 0,16 persen pada tingkat Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya di pasar pagi hari, kurs rupiah sempat melorot hingga mencapai kisaran Rp17.930 per dolar AS.
Namun jika diperbandingkan dengan hasil akhir perdagangan Selasa (21/7) di posisi Rp 17.888, posisi rupiah mencatatkan pelemahan.
Kepala BI Perry Warjiyo mengungkapkan, langkah menahan suku bunga acuan dipadukan dengan berbagai tindakan pendukung guna memelihara stabilitas nilai mata uang dan menggaet modal asing masuk.
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21–22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen," kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (22/7/2026).
Perry menyampaikan, Bank Indonesia selalu memiliki keyakinan terhadap arah mata uang rupiah.
"Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh komitmen Bank Indonesia melalui berbagai penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik," ujar Perry dikutip dari Sumbernya.
Sebab demi merawat ketahanan rupiah, BI terus mengoptimalkan tindakan pada pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri dan juga transaksi spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar lokal.
Otoritas moneter ini pun memperluas fasilitas untuk investor mancanegara, termasuk melalui penataan sarana lindung nilai (hedging) dan pemantapan instrumen operasi moneter valuta asing.
Penguatan rupiah di penutupan sesi dinilai memperlihatkan tanggapan positif pasar atas keputusan BI menahan suku bunga acuan sekaligus mengumumkan paket aturan baru guna memperkuat stabilitas nilai tukar serta merawat aliran masuk modal asing.