BI Pertahankan Suku Bunga Utama, Rupiah Berhasil Menguat ke Rp17.917

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 23 Juli 2026
BI Pertahankan Suku Bunga Utama, Rupiah Berhasil Menguat ke Rp17.917
BI Pertahankan Suku Bunga Utama (FOTO: NET)

JAKARTA - Kurs nilai tukar rupiah mengakhiri sesi perdagangan Rabu (22/7/2026) petang dengan penguatan, usai Bank Indonesia (BI) mengambil langkah untuk menetapkan BI Rate pada angka 5,75 persen.

Langkah kenaikan ini terjadi biarpun pada sesi pagi hari rupiah sempat merosot akibat dorongan dari luar.

Berdasarkan data transaksi spot, nilai mata uang rupiah menguat sebanyak 29 poin atau 0,16 persen menuju ke posisi Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS).

Awalnya pada sesi pagi, mata uang rupiah sempat merosot menuju kisaran Rp17.930 per dolar AS.

Akan tetapi apabila disandingkan dengan penutupan sesi perdagangan Selasa (21/7) yang berada pada tingkat Rp17.888, mata uang rupiah mengalami penurunan nilai.

Pemimpin BI Perry Warjiyo menjelaskan, ketetapan mempertahankan suku bunga utama diimbangi beragam langkah pelengkap guna mempertahankan ketahanan kurs serta menjaring arus dana luar negeri.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21–22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen," kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (22/7/2026).

Perry menegaskan, Bank Indonesia senantiasa positif mengenai potensi mata uang rupiah.

"Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh komitmen Bank Indonesia melalui berbagai penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik," ujar Perry dikutip dari Sumbernya.

Guna menjaga ketahanan nilai rupiah, BI konsisten memaksimalkan aksi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) mancanegara serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) pada pasar dalam negeri.

Bank sentral turut memperbesar kemudahan bagi pemodal luar negeri, termasuk lewat penyesuaian sarana lindung nilai (hedging) serta penguatan instrumen tindakan moneter mata uang asing.

Laju rupiah di akhir perdagangan dianggap menggambarkan respons baik dari pasar atas langkah BI mempertahankan suku bunga utama sekaligus merilis rangkaian kebijakan anyar guna memperkokoh stabilitas nilai tukar serta menjaga arus dana masuk asing.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua