Pegadaian Dukung IBMA Integrasikan Pasar Emas Indonesia Secara Modern
JAKARTA - Sebuah momen penting bagi masa depan komoditas serta sektor keuangan nasional resmi dicapai. Bertempat di Pegadaian Tower, Jakarta, para pelaku industri emas nasional menyelenggarakan Sidang Pleno Indonesia Bullion Market Association (IBMA), pada Senin (20/7/2026).
Pertemuan ini menjadi tahap akhir dari rangkaian legalitas pendirian organisasi IBMA, sekaligus menjadi langkah awal bagi Indonesia guna membangun pasar bullion yang modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing global. Pada rapat pleno tersebut, Selfie Dewiyanti, yang merupakan Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) secara resmi dipilih dan disahkan menjadi Ketua Umum IBMA.
Fokus utama rapat tertuju pada pengesahan Anggaran Dasar (AD), pembicaraan serta penetapan Anggaran Rumah Tangga (ART), dan penandatanganan berita acara pleno. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan 11 entitas pendiri (founders) yang berkumpul pada 6 Maret 2026 lalu, yang selanjutnya diselesaikan secara administratif oleh Tim Formatur, Tim Teknis, dan Tim Notaris di bawah petunjuk strategis utusan pemerintah, yakni Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko RI, Ferry Irawan.
Sebagai salah satu produsen emas terbesar, Indonesia mempunyai landasan geologis yang sangat kokoh untuk menjadi pusat pasar bullion. Akan tetapi, selama ini potensi itu belum tergarap maksimal lantaran belum tersedianya wadah tunggal yang menyatukan para pelaku usaha serta menetapkan standar industri yang seragam.
IBMA hadir guna mengisi kekosongan tersebut. Berperan sebagai mitra strategis regulator, organisasi ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari hulu sampai ke hilir, mencakup sektor, Pertambangan, Jasa Keuangan, serta Pemurnian (Refinery), Manufaktur & Jasa Pendukung Bisnis Lainnya searah dengan target Asta Cita pemerintah.
Melalui kolaborasi yang erat antara Kementerian Koordinator Perekonomian, ditopang oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan juga BP BUMN, IBMA berkomitmen membantu negara dalam memaksimalkan pemanfaatan aset emas nasional supaya memberikan nilai ekonomi (value creation) yang jauh lebih tinggi buat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif. Dengan dukungan penuh berbagai regulator, kami optimistis bisa melahirkan inovasi produk dan layanan berbasis emas yang mampu membawa Indonesia menjadi Leading Bullion Market in Southeast Asia," ujar Ketua Umum IBMA, Selfie Dewiyanti.
Sebagai wujud dukungan konkret terhadap keberlanjutan organisasi, PT Pegadaian (Persero) secara resmi menyediakan fasilitas kantor sekretariat dan ruang rapat utama IBMA yang bertempat di Gedung Pegadaian Tower, Jakarta. Penentuan lokasi ini dianggap sangat pas sebab Pegadaian sendiri telah berkembang menjadi pusat ekosistem emas nasional yang paling terpadu di Indonesia. Seluruh sarana penunjang industri emas telah tersedia komplit, mulai dari Layanan Bank Emas Pegadaian, Fasilitas mesin ATM Emas Pegadaian, Toko retail emas Galeri 24, dan laboratorium pengujian kadar emas G-Lab.
Kehadiran kantor sekretariat IBMA di pusat ekosistem ini diharapkan mampu kian mempererat komunikasi semua anggota, sehingga sanggup mempercepat proses pengambilan keputusan strategis, serta menjadi pusat edukasi investasi emas yang terpercaya bagi masyarakat luas.
Dengan disahkannya kepengurusan serta legalitas IBMA pada rapat pleno tersebut, industri emas Indonesia kini siap melangkah masuk ke era modernisasi pasar bullion yang kokoh, transparan, dan diakui di kancah internasional.