Pemerintah China Lakukan Intervensi Pasar Demi Redam Kejatuhan Saham

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 22 Juli 2026
Pemerintah China Lakukan Intervensi Pasar Demi Redam Kejatuhan Saham
Pemerintah China Lakukan Intervensi Pasar (FOTO: NET)

BEIJING - Pemerintah China meluncurkan aksi penyelamatan pasar modal secara masif demi meredam gelombang pembalikan modal (sell-off) pada saham-saham sektor teknologi.

Langkah terkoordinasi ini melibatkan regulator, pemodal berpelat merah (state-backed), perusahaan asuransi, sampai manajer investasi guna memulihkan kepercayaan pasar.

Intervensi agresif China ini bertujuan mencegah meluasnya krisis kepercayaan dari saham sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) serta semikonduktor ke pasar saham secara menyeluruh, lapor Bloomberg internasional, Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, para investor sempat goyah akibat tingginya valuasi saham cip dan terdapat pengalihan dana (shift of funds) menyambut rencana pencatatan saham (IPO) produsen cip memori, CXMT Corp.

Dalam jangka panjang, menjaga stabilitas saham AI sangat krusial bagi China guna membantu perusahaan domestik menghimpun modal untuk bersaing dengan Amerika Serikat (AS).

Sinyal kuat dukungan pemerintah terlihat pada Senin (20/7/2026), saat dana reksa dana terindeks ChinaAMC Star 50 ETF, dana kelolaan terbesar yang melacak indeks saham cip, mencatatkan lonjakan dana masuk (inflow) rekor sebesar 13,8 miliar yuan (sekitar Rp 36,4 triliun).

Para pelaku pasar meyakini lonjakan dana dalam skala besar tersebut berasal dari modal negara (national team).

Dampaknya langsung terasa.

Indeks Star 50 melonjak hingga 11% pada Selasa (21/7/2026), mencatatkan kenaikan harian tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.

Padahal, pekan lalu indeks ini sempat anjlok sekitar 17% akibat aksi pelepasan posisi leverage secara masif.

"Para investor AI sebelumnya terus mencari sinyal apakah pengambil kebijakan masih bersedia mendukung perdagangan sektor ini. Aksi beli 'tim nasional' pada Star 50 ETF memberikan sinyal yang tepat, memicu kembalinya arus modal setelah pasar mengartikan langkah tersebut sebagai bentuk dukungan resmi," ujar Zhuang Jiapeng dari Sumbernya.

Dukungan juga mengalir deras dari raksasa asuransi milik negara.

Sedikitnya lima perusahaan asuransi besar berkomitmen meningkatkan porsi investasi mereka.

China Life Insurance Co. menyatakan unit usahanya telah menyuntikkan lebih dari 10 miliar yuan ke pasar saham dan berjanji menambah kepemilikan di sektor-sektor pertumbuhan baru.

Komitmen serupa juga disampaikan dari Sumbernya.

Dukungan ini menandai pergeseran strategi.

Bila sebelumnya aksi stabilisasi pemerintah berfokus pada saham-saham unggulan (blue chip), kini fokus beralih ke saham teknologi.

Respons positif turut menjangkiti indeks saham China lainnya pada Selasa.

Indeks ChiNext yang berfokus pada saham teknologi melonjak 7,1%.

Sementara itu, indeks acuan CSI 300 ditutup menguat 3,1%.

Di sisi lain, manajer investasi berpelat merah seperti Bosera Fund Management mengumumkan pihaknya bakal menyuntikkan dana internal sebesar 50 juta yuan ke produk ekuitas yang dikelolanya.

Perusahaan sekuritas GF Securities juga mengambil langkah langka dengan menaikkan kuota pendanaan marjin (margin financing) sebesar 90 miliar yuan untuk memberikan likuiditas tambahan bagi investor.

Komisi Regulator Sekuritas China (CSRC) pun telah menggelar pertemuan dengan para investor untuk menjaring aspirasi demi menjaga stabilitas pasar modal, mencegah risiko krisis, serta meningkatkan perlindungan investor.

Meskipun demikian, sejumlah pelaku pasar menilai intervensi ini baru sebatas menahan laju penurunan harga.

"Tim nasional jelas bertujuan memperlambat laju kerugian dan menahan kejatuhan saham teknologi. Namun pada akhirnya, solusi riil adalah mengembalikan valuasi pasar ke tingkat yang lebih rasional," kata Wang Zhuo dari Sumbernya.

Gelombang sell-off pada sektor teknologi China dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap valuasi saham semikonduktor yang dinilai sudah terlalu tinggi (overvalued), ditambah aksi pelepasan posisi leverage tercepat sejak krisis pasar modal China 2015–2016.

Selain itu, ketegangan persaingan teknologi antara AS dan China makin mendorong China untuk mempertahankan kekuatan kapitalisasi pasar domestiknya.

Istilah "National Team" atau "Tim Nasional" merujuk pada kelompok lembaga keuangan negara, dana pensiun, dan dana investasi berpelat merah yang kerap dikerahkan Beijing untuk membeli ETF dan saham saat pasar mengalami gejolak ekstrem.

Langkah ini menjadi instrumen utama pemerintah China dalam menjaga stabilitas finansial dan melindungi sektor teknologi strategis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua