Rupiah Naik 0,80% dalam Sepekan jelang Keputusan RDG BI

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 21 Juli 2026
Rupiah Naik 0,80% dalam Sepekan jelang Keputusan RDG BI
Rupiah Naik 0,80% (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan dengan menguat atas dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi Jumat (17/7/2026).

Momen ini menjadi hari keempat kenaikan rupiah secara beruntun.

Pada Jumat (17/7/2026), kurs mata uang rupiah pada pasar spot terangkat Rp 65 atau 0,36% ke level Rp 17.921 per dolar AS.

Selama satu pekan, kurs rupiah spot melonjak 0,80% dibanding angka Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7/2026).

Adapun kurs rupiah Jisdor turut mencatatkan penguatan sebesar Rp 97 atau 0,54% menuju level Rp 17.944 per dolar AS hari ini.

Kinerja kurs rupiah Jisdor juga merambat naik dalam empat hari sesi perdagangan secara konsisten.

Sepanjang pekan ini, nilai rupiah Jisdor naik 0,69% dari posisi Rp 18.069 per dolar AS di penutupan pekan sebelumnya.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan penguatan rupiah di penutupan pekan terutama didorong oleh hadirnya kembali inflow dana asing, baik pada pasar surat utang maupun bursa saham lokal.

"Rupiah ditutup menguat cukup tajam ke level Rp 17.910 per dolar AS oleh dukungan kembali masuknya dana asing baik di obligasi maupun ekuitas," ujar Lukman dari Sumbernya, Sabtu (18/7/2026).

Selain faktor tersebut, laju rupiah juga mendapatkan angin segar dari indeks dolar AS (DXY) yang sedikit melorot serta melandainya harga minyak mentah global.

Menurut pandangan Lukman, untuk pergerakan rupiah di awal pekan depan, iklim global masih akan diwarnai oleh eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu dari ranah dalam negeri, kondisi sentimen domestik yang berangsur pulih dipandang bakal terus menjaga tren penguatan rupiah.

Di saat bersamaan, para investor juga tengah memantau serta mengantisipasi keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa hingga Rabu, 21-22 Juli 2026.

Lukman memperkirakan terdapat potensi bagi BI untuk mendongkrak kembali suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) guna melestarikan stabilitas kurs rupiah.

Untuk jalannya transaksi Senin (20/7/2026), Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah bakal tertahan di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.000 per dolar AS.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua