Prediksi IHSG 15 Juli 2026: Pasar Saham Rawan Terkoreksi Hari Ini
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada perdagangan Rabu (15/7/2026), setelah indeks ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level 6.039 pada Selasa pekan ini.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan tekanan jual pada saham-saham perbankan menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan IHSG.
“Meski sempat mencatatkan kenaikan hampir 1 persen, penguatan IHSG tidak bertahan hingga akhir sesi seiring tekanan jual pada saham-saham perbankan,” ujar Alrich Selasa (14/7/2026).
Dari sisi global, pelaku pasar kini menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) untuk periode Juni 2026 yang diperkirakan menunjukkan perlambatan.
PPI diperkirakan turun menjadi 6,2 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari 6,5 persen YoY pada Mei, seiring normalisasi harga minyak global.
Namun demikian, eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut bisa meningkatkan tekanan biaya produksi sekaligus membatasi laju penurunan inflasi.
Secara teknikal, Alrich menilai indikator pergerakan IHSG masih menunjukkan sinyal yang beragam.
Pembentukan histogram positif pada Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berlanjut, sementara stochastic Relative Strength Index (RSI) sudah berada di area overbought.
Dengan kondisi itu, ia memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif pada perdagangan Rabu ini.
“IHSG berpeluang bergerak konsolidasi di rentang 5.950 hingga 6.125,” paparnya.
Sementara itu, Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG rawan terkoreksi untuk perdagangan Rabu dengan level support di 6.020 dan resistance di 6.062.
“Untuk Rabu, kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 6.020 dan resistance 6.062, di mana investor mencermati kembali Timur Tengah dan juga rilis data inflasi AS,” ucap Herditya.
Lalu saham apa saja yang bisa dicermati investor pada perdagang hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Simak rekomendasi saham ini:
MNC Sekuritas
Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan target harga pada kisaran Rp 4.880-Rp 5.125
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) di dengan rentang harga Rp 296-Rp 310
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) pada kisaran harga Rp 1.980-Rp 2.160.
Kiwoom Sekuritas
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Saham ADRO kemarin ditutup menguat 1,22 persen ke level Rp 2.480 Selasa.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai saham ADRO masih bergerak dalam tren bullish untuk jangka pendek maupun menengah.
Pergerakan saham ini juga masih berada di atas level moving average 50 hari (MA50) di area 2.342, sementara indikator moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan penguatan tren dan berada di zona positif.
Dengan kondisi itu, saham ADRO direkomendasikan untuk trading buy dengan target menuju area resistance di level Rp 2.600.
Investor disarankan membatasi risiko apabila harga menembus level support di Rp 2.380.
Korea Investment & Sekuritas
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)
Saham CMRY kemarin ditutup menguat 0,43 persen secara harian ke level Rp 4.650.
Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai saham CMRY berada dalam fase limited upside dan mendekati area resistance.
Saham ini juga berpeluang menguji support MA20 sekaligus support minor dalam tren bullish.
Indikator relative strength index (RSI) tercatat berada di level 65, sedangkan MACD Histogram berada di level positif 35.
Berdasarkan kondisi teknikal itu, CMRY direkomendasikan untuk sell on strength dengan proyeksi support di level Rp 4.400 dan resistance di Rp 4.800.