JAKARTA - Layanan Buy Now Pay Later atau paylater diperkirakan terus berkembang sepanjang 2026.
Otoritas Jasa Keuangan melihat tren pembiayaan ini tetap menunjukkan arah positif. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang lebih fleksibel dan cepat.
Perkembangan ekosistem digital juga menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan layanan ini. Kemudahan transaksi digital membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan paylater. Hal ini memperluas jangkauan pembiayaan ke berbagai segmen pengguna baru.
Baca JugaPertumbuhan Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Capai 30,8 Persen, Perkuat Pembangunan
Selain itu, paylater dinilai mampu menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Segmen usia produktif menjadi pengguna utama layanan ini. Kondisi ini membuat prospek pertumbuhan paylater tetap menjanjikan dalam jangka menengah.
Pernyataan OJK Terkait Pertumbuhan Paylater
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyampaikan optimisme terhadap kinerja paylater. "Khususnya dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan formal," katanya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa potensi pasar masih sangat besar.
Menurutnya, peningkatan penggunaan paylater tidak terlepas dari perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini lebih memilih metode pembayaran yang praktis dan fleksibel. Hal ini mendorong perusahaan pembiayaan untuk terus mengembangkan layanan mereka.
Di sisi lain, industri juga tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas dalam pengembangan layanan paylater. Dengan demikian, pertumbuhan yang terjadi tetap sejalan dengan perlindungan konsumen.
Kinerja Pembiayaan Paylater Terus Bertumbuh
Penyaluran pembiayaan paylater oleh perusahaan pembiayaan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nilainya mencapai Rp12,59 triliun pada Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 53,53 persen secara tahunan, mencerminkan peningkatan permintaan yang kuat.
Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan tersebut sedikit melambat. Pada Januari 2026, pembiayaan paylater tumbuh 71,13 persen secara tahunan dengan nilai Rp12,18 triliun. Perbedaan ini menunjukkan adanya dinamika dalam pertumbuhan pasar.
Meski terjadi perlambatan, tren secara keseluruhan tetap positif. Permintaan yang terus meningkat menjadi indikator bahwa layanan paylater masih diminati. Hal ini memberikan sinyal bahwa sektor ini memiliki daya tahan yang baik.
Risiko Pembiayaan dan Kualitas Kredit
Seiring pertumbuhan yang tinggi, risiko pembiayaan juga menjadi perhatian penting. Non Performing Financing atau NPF gross paylater tercatat masih dalam kondisi terjaga. Stabilitas ini menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan masih relatif baik.
Namun, terdapat sedikit peningkatan pada tingkat NPF. Per Februari 2026, NPF gross berada di level 2,79 persen. Angka ini naik dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 2,77 persen.
Kenaikan tersebut menjadi indikator yang perlu diwaspadai oleh industri. Pengelolaan risiko harus terus diperkuat agar kualitas pembiayaan tetap terjaga. Dengan langkah yang tepat, risiko dapat dikendalikan tanpa menghambat pertumbuhan.
Strategi Industri dan Prinsip Kehati-hatian
Minat perusahaan pembiayaan untuk menghadirkan layanan paylater terus berkembang. Inovasi layanan menjadi salah satu strategi utama untuk menarik lebih banyak pengguna. Namun, semua inovasi tetap harus mengikuti prinsip kehati-hatian yang ketat.
Perusahaan juga diwajibkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Hal ini mencakup transparansi biaya, perlindungan data konsumen, dan manajemen risiko. Dengan pendekatan ini, industri dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, perlindungan konsumen menjadi fokus utama dalam pengembangan paylater. Edukasi kepada pengguna mengenai penggunaan layanan secara bijak sangat diperlukan. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan.
Prospek Paylater di Tengah Transformasi Digital
Transformasi digital yang terus berkembang menjadi pendorong utama pertumbuhan paylater. Masyarakat semakin mengandalkan teknologi dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Hal ini membuka peluang besar bagi layanan pembiayaan digital untuk terus berkembang.
Paylater menjadi salah satu solusi yang relevan dengan kebutuhan modern. Kemudahan akses dan fleksibilitas pembayaran menjadikannya pilihan populer di kalangan pengguna. Dengan dukungan teknologi, layanan ini dapat terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Ke depan, kolaborasi antara regulator dan industri menjadi kunci keberhasilan. Penguatan regulasi dan inovasi teknologi harus berjalan seimbang. Dengan demikian, paylater dapat terus tumbuh positif dan memberikan kontribusi nyata bagi inklusi keuangan di Indonesia.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Kerja Sama Kabinet Demi Kemajuan Indonesia
- Kamis, 09 April 2026
Berita Lainnya
Bank Indonesia Salurkan Surplus Demi Mendukung Stabilitas Keuangan Negara
- Kamis, 09 April 2026
MPM Insurance Hadirkan Tagline Baru untuk Perkuat Hubungan dengan Nasabah
- Kamis, 09 April 2026



.jpg)








