Selasa, 10 Maret 2026

Menaker Ingatkan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Human Skills Bagi Pemuda

Menaker Ingatkan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Human Skills Bagi Pemuda
Menaker Ingatkan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Human Skills Bagi Pemuda

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya generasi muda mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. 

Ia mengajak anak muda untuk memperkuat daya saing melalui tiga aspek utama dalam konsep “triple readiness”. Aspek tersebut meliputi kemampuan teknis, kemampuan lunak, dan kesiapan memahami dinamika pasar kerja.

Konsep Triple Readiness untuk Generasi Muda

Baca Juga

Indonesia Dorong Reformasi Pertanian Agar Kesejahteraan Petani Meningkat Signifikan

“Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills. Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” ujar Yassierli. 

Ia menjelaskan ketiga kesiapan itu menjadi fondasi penting agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berubah. Dengan pemahaman ini, generasi muda diharapkan tidak hanya siap menghadapi tantangan tetapi juga menangkap peluang yang muncul.

Dalam konteks global, ketidakpastian ekonomi dan persaingan internasional menuntut anak muda lebih adaptif. Disrupsi teknologi juga menghadirkan tantangan baru bagi mereka yang belum siap. Yassierli menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan agar tidak tertinggal dalam dunia kerja yang dinamis.

Peran Teknologi dan Keterampilan Tinggi

Menaker menyoroti perkembangan teknologi yang membawa perubahan besar pada industri. Otomatisasi dan kecerdasan buatan kini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi mengubah cara kerja perusahaan. 

“Fenomena ini memicu lonjakan kebutuhan akan tenaga kerja berketerampilan tinggi. Perusahaan kini mencari SDM yang mampu mengoperasikan teknologi sekaligus mahir merancang dan berkolaborasi dengan sistem AI,” kata Yassierli.

Menurutnya, keterampilan manusia yang unik seperti kreativitas, empati, dan kemampuan beradaptasi menjadi pembeda utama. Delapan dari 11 keterampilan inti yang diprediksi dibutuhkan pada 2030 termasuk human skills. Keterampilan ini menekankan kemampuan kognitif, sosial, dan pengelolaan diri yang tidak tergantikan oleh teknologi.

Keterampilan Inti yang Diperlukan

Delapan keterampilan inti tersebut meliputi kepemimpinan dan pengaruh sosial, berpikir analitis, dan berpikir kreatif. Kemudian ada ketahanan, fleksibilitas, dan ketangkasan yang penting untuk menghadapi tekanan dan perubahan di tempat kerja. Selain itu, rasa ingin tahu, motivasi, kesadaran diri, empati, kemampuan mendengarkan aktif, serta manajemen talenta juga menjadi prioritas.

Yassierli menjelaskan, generasi muda yang menguasai keterampilan tersebut akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan cepat di industri. Anak muda yang memiliki kombinasi technical skills, soft skills, dan human skills akan menjadi SDM unggul. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang adaptif dan produktif.

Upaya Pemerintah dan Tantangan Global

Menaker menekankan bahwa pemerintah terus mendorong program pendidikan dan pelatihan yang mendukung triple readiness. Program ini diharapkan memberi bekal bagi anak muda agar siap menghadapi dunia kerja modern. Ia menegaskan bahwa persiapan sejak dini menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing di pasar kerja global.

“Generasi muda harus menyiapkan diri dengan kombinasi keterampilan teknis, lunak, dan kesiapan pasar kerja. Dengan begitu, mereka mampu menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang muncul di era digital,” ujar Yassierli. Ia menambahkan, perubahan teknologi yang cepat menuntut semua pihak, terutama anak muda, untuk selalu belajar dan beradaptasi.

Selain itu, ia mendorong para pemuda untuk aktif mengikuti program magang dan pelatihan nasional. Kegiatan tersebut memungkinkan mereka memperoleh pengalaman nyata di dunia industri. Dengan cara ini, mereka bisa meningkatkan kompetensi dan memperkuat daya saing sejak awal.

Harapan Menaker bagi Generasi Muda Indonesia

Yassierli menegaskan generasi muda harus percaya diri menghadapi perubahan global. “Siapa pun yang mampu menguasai keterampilan inti dan adaptif terhadap teknologi, akan memiliki peluang besar untuk sukses,” ujarnya. Ia berharap para pemuda tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga terus mengembangkan soft skills dan kemampuan memahami pasar kerja.

Anak muda yang mempersiapkan diri dengan baik akan menjadi tenaga kerja berkualitas dan berdaya saing tinggi. Kombinasi keterampilan teknis, lunak, dan pemahaman pasar akan menjadi modal utama mereka. Menaker menutup dengan pesan agar generasi muda terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan industri global.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kenaikan Harga TBS Sawit Riau Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

Kenaikan Harga TBS Sawit Riau Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

Mudik Lebaran Lebih Lancar Berkat Perencanaan SPKLU Mobil Listrik

Mudik Lebaran Lebih Lancar Berkat Perencanaan SPKLU Mobil Listrik

Kesiapan Industri Tekstil Indonesia Penuhi Permintaan Besar Saat Idulfitri 2026

Kesiapan Industri Tekstil Indonesia Penuhi Permintaan Besar Saat Idulfitri 2026

Kelola Anggaran BBM dengan Tepat, Simak Harga Pertamina Dex Terbaru

Kelola Anggaran BBM dengan Tepat, Simak Harga Pertamina Dex Terbaru

Rekomendasi Rumah Subsidi Murah di Baleendah Bandung untuk Masyarakat

Rekomendasi Rumah Subsidi Murah di Baleendah Bandung untuk Masyarakat