Kenaikan Harga TBS Sawit Riau Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal
- Selasa, 10 Maret 2026
JAKARTA - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan untuk periode 11–17 Maret 2026.
Kenaikan ini ditetapkan oleh tim penetapan harga Dinas Perkebunan Provinsi Riau dengan mengacu pada regulasi terbaru pemerintah. Situasi ini menunjukkan tren positif bagi petani sawit plasma maupun swadaya dalam memperoleh pendapatan lebih optimal.
Kenaikan Harga TBS Plasma
Baca JugaIndonesia Dorong Reformasi Pertanian Agar Kesejahteraan Petani Meningkat Signifikan
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, menjelaskan harga minggu ini berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144 Tahun 2025. Rentang umur tanaman yang dihitung menjadi 3 hingga 30 tahun, sehingga penetapan harga lebih transparan.
Peningkatan harga tertinggi pada TBS kemitraan plasma terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp109,29 per kilogram, mencapai Rp3.723,20/Kg.
Kenaikan harga dipicu oleh penguatan harga komoditas turunan sawit, khususnya minyak sawit mentah (CPO) dan kernel. Harga CPO tercatat naik Rp465,52/Kg, sedangkan harga kernel naik Rp268,07/Kg dibanding minggu sebelumnya. Dengan penguatan ini, para petani plasma mendapatkan kepastian harga dan margin keuntungan lebih stabil.
Harga TBS Swadaya Mengikuti Tren Positif
Selain plasma, harga TBS petani swadaya juga mengalami kenaikan signifikan pada kelompok umur 9 tahun. Harga naik sebesar Rp129,83/Kg atau 3,65 persen dibanding periode sebelumnya, menjadi Rp3.682,22/Kg. Indeks K yang digunakan sebesar 92,66 persen dengan harga cangkang Rp22,60/Kg, menunjukkan tata kelola harga yang konsisten.
Kenaikan harga ini juga didorong oleh peningkatan harga CPO dan kernel yang cukup signifikan. Harga CPO periode ini naik Rp570,56/Kg, sedangkan kernel meningkat Rp317,61/Kg. Peningkatan harga tersebut memberikan dampak positif pada pendapatan petani swadaya yang mengandalkan produksi sawit sebagai sumber penghidupan utama.
Transparansi dan Tata Kelola Penetapan Harga
Defris menegaskan pemerintah bersama seluruh stakeholder terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar lebih transparan dan berkeadilan.
Dukungan Pemerintah Provinsi Riau serta Kejaksaan Tinggi Riau memastikan proses penetapan harga berjalan sesuai regulasi. Dengan demikian, petani maupun perusahaan mitra dapat merasakan kepastian harga tanpa terjadi ketimpangan.
Penerapan indeks K yang tepat serta pemantauan harga CPO dan kernel menjadi instrumen penting dalam sistem ini. Setiap minggu, data harga diperbarui agar mengikuti pergerakan pasar komoditas sawit. Pendekatan ini memastikan petani memiliki referensi harga yang adil dan jelas untuk setiap kelompok umur tanaman.
Daftar Harga TBS Plasma dan Swadaya
Harga TBS plasma Riau untuk umur 3 hingga 30 tahun berkisar dari Rp2.875,81/Kg hingga Rp3.237,13/Kg, dengan indeks K 92,98 persen dan BOTL 1,27 persen.
Harga CPO tercatat Rp14.663,57/Kg dan kernel Rp14.047,20/Kg, memberikan dasar perhitungan yang transparan bagi petani. Harga ini berlaku untuk periode satu minggu, memastikan petani mendapatkan kepastian dalam menjual TBS mereka.
Sementara itu, harga TBS swadaya Riau untuk umur 3 hingga 30 tahun mulai Rp2.853,59/Kg hingga Rp3.102,22/Kg, dengan indeks K 92,66 persen dan BOTL 0,49 persen.
Harga CPO periode ini tercatat Rp14.776,36/Kg dan kernel Rp14.244,93/Kg, mencerminkan tren kenaikan yang positif. Kedua kategori ini menunjukkan bahwa sistem penetapan harga mampu menyesuaikan pergerakan pasar, mendukung kesejahteraan petani sawit Riau.
Dengan kenaikan harga TBS yang konsisten, petani plasma maupun swadaya diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan mereka. Pemerintah dan pihak terkait terus memantau kondisi pasar serta melakukan penyesuaian harga secara rutin. Upaya ini memperkuat kepercayaan petani terhadap sistem harga TBS yang transparan dan adil.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BI Ungkap Kewajiban Neto PII Indonesia Mengalami Peningkatan Drastis Tahun Ini
- Selasa, 10 Maret 2026
Berita Lainnya
Wamenhub Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Alami Peningkatan Signifikan
- Selasa, 10 Maret 2026
Kesiapan Industri Tekstil Indonesia Penuhi Permintaan Besar Saat Idulfitri 2026
- Selasa, 10 Maret 2026











