Selasa, 10 Maret 2026

Cara Lebih Sehat Menikmati Mie Instan Saat Sahur Agar Tetap Bergizi

Cara Lebih Sehat Menikmati Mie Instan Saat Sahur Agar Tetap Bergizi
Cara Lebih Sehat Menikmati Mie Instan Saat Sahur Agar Tetap Bergizi

JAKARTA - Sahur merupakan salah satu aktivitas penting bagi umat Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa. 

Pada waktu ini, tubuh membutuhkan asupan energi agar mampu menjalani aktivitas sepanjang hari tanpa makan dan minum. Namun, tidak sedikit orang yang bangun sahur dalam kondisi mengantuk sehingga memilih makanan yang praktis dan cepat disiapkan.

Mi instan sering menjadi pilihan karena mudah dimasak dan tidak membutuhkan banyak waktu. Ketika waktu sahur sudah mepet imsak, makanan ini sering dianggap sebagai solusi paling cepat. Meski praktis, muncul pertanyaan mengenai keamanan dan dampak kesehatan dari konsumsi mi instan saat sahur.

Baca Juga

Resep dan Strategi Usaha Takoyaki Rumahan Menarik Untuk Ide Jualan

Mi Instan Sebaiknya Bukan Menu Utama Sahur

Spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD, menyarankan agar mi instan tidak dijadikan menu utama saat sahur. Menurutnya, makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang relatif rendah dan kurang seimbang bagi kebutuhan tubuh selama puasa. Selain itu, mi instan juga dapat memicu masalah kesehatan tertentu, terutama bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung.

"Sebaiknya tidak mengonsumsi mi instan saat sahur karena rendah serat dan protein, tetapi tinggi lemak. Bagi penderita maag, ini bisa meningkatkan risiko kambuh saat puasa," ucap dr Yunita. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi mi instan secara berlebihan dapat memengaruhi kenyamanan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, mi instan juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ini berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan selama bulan puasa. Hal ini terjadi karena kandungan lemak dan karbohidratnya cukup besar, sementara kandungan seratnya relatif rendah.

Efek Konsumsi Mi Instan bagi Tubuh

Spesialis gizi dr Johanes C Chandrawinata, SpGK, menjelaskan bahwa mi instan memiliki kalori yang tinggi namun nutrisinya tidak seimbang. Selain itu, produk ini juga mengandung kadar garam yang cukup besar. Kandungan garam yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh.

Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi selama menjalankan puasa. Jika tubuh mengalami kekurangan cairan, aktivitas sehari-hari saat berpuasa bisa menjadi lebih berat.

Selain itu, pola makan yang terlalu sering mengandalkan mi instan juga tidak mendukung kebutuhan nutrisi harian secara optimal. Tubuh tetap membutuhkan protein, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah cukup. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan keseimbangan gizi dalam menu sahur.

Cara Mengonsumsi Mi Instan Agar Lebih Sehat

Meski tidak dianjurkan sebagai menu utama, sahur dengan mi instan tidak sepenuhnya dilarang. Dalam kondisi tertentu, makanan ini masih bisa dikonsumsi dengan cara yang lebih sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan bahan lain yang lebih bernutrisi.

dr Yunita menyarankan agar mi instan dicampurkan dengan sayuran dan sumber protein. Kombinasi ini dapat membantu meningkatkan kandungan gizi dari makanan tersebut. Dengan menambahkan sayuran dan protein, kebutuhan nutrisi tubuh dapat lebih terpenuhi meskipun mengonsumsi mi instan.

Selain itu, dr Johanes juga memberikan saran untuk mengurangi porsi mi instan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencampurkan mi instan dengan mi shirataki. Cara ini membantu menurunkan jumlah kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi saat sahur.

Alternatif Mi Shirataki dan Penambahan Protein

Mi shirataki merupakan jenis mi asal Jepang yang terbuat dari ubi konjak. Makanan ini dikenal sangat rendah kalori dan karbohidrat. Selain itu, mi shirataki juga bebas gluten sehingga sering dijadikan alternatif makanan yang lebih ringan bagi tubuh.

"Jadi, sebaiknya kalau kepepet, itu mi instannya dibagi dua. Jadi, setengah mi instan biasa ditambah setengah mi shirataki. Tapi ingat, anjurannya mengurangi asupan lemak juga, jadi mungkin minyaknya dikurangi," jelas dr Johanes. Dengan cara ini, sahur tetap dapat dilakukan tanpa memberikan beban berlebih pada tubuh.

Ia juga menyarankan agar mi instan dilengkapi dengan sayuran dan sumber protein. "Tambahkan sayuran dan juga protein, entah itu telur atau daging. Asal dagingnya tanpa lemak. Jadi, dengan begitu tentunya masih memenuhi kecukupan gizi, walaupun makan mi instan," pungkasnya. 

Penambahan bahan tersebut membantu membuat menu sahur lebih seimbang dan tetap memberikan energi selama menjalankan puasa.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tidur Langsung Usai Sahur Bisa Pengaruhi Kesehatan, Simak Penjelasannya

Tidur Langsung Usai Sahur Bisa Pengaruhi Kesehatan, Simak Penjelasannya

Resep Kacang Kribo Pedas, Camilan Praktis untuk Lebaran 2026

Resep Kacang Kribo Pedas, Camilan Praktis untuk Lebaran 2026

Cara Membuat Selai Nanas Cantik dan Kesat untuk Nastar Lebaran

Cara Membuat Selai Nanas Cantik dan Kesat untuk Nastar Lebaran

Rekomendasi 6 Kue Lebaran Renyah dari Kulit Lumpia yang Praktis Dibuat di Rumah

Rekomendasi 6 Kue Lebaran Renyah dari Kulit Lumpia yang Praktis Dibuat di Rumah

4 Buah Sehat yang Dapat Membantu Menurunkan Risiko Kanker Usus

4 Buah Sehat yang Dapat Membantu Menurunkan Risiko Kanker Usus