Pemerintah Siapkan Stimulus Transportasi dan Bantuan Pangan untuk Masyarakat
- Rabu, 18 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi menjelang Lebaran 2026 untuk menjaga mobilitas dan daya beli masyarakat.
Total anggaran untuk diskon transportasi mencapai Rp 911,16 miliar. Kebijakan ini berlaku untuk moda transportasi darat, laut, dan udara agar masyarakat dapat mudik dengan lebih terjangkau.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa anggaran diskon berasal dari APBN dan non-APBN. “Dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskonasi.
Baca JugaMenhub Pastikan Jalur Laut Jawa-Sumatera Tetap Lancar Selama Libur
Total anggarannya adalah Rp 911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN,” ujarnya. Diskon ini diharapkan mendorong masyarakat menggunakan transportasi resmi dan aman.
Diskon tiket kereta api mencapai 30 persen untuk periode 14 sampai 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang. Tiket kapal laut PT Pelni juga mendapat diskon 30 persen untuk perjalanan 11 Maret sampai 5 April 2026, menargetkan 445.000 penumpang.
PT ASDP menambah kemudahan dengan diskon hingga 100 persen untuk jasa kepelabuhanan pada 12 sampai 31 Maret 2026, menargetkan 2,4 juta penumpang dan 945.000 kendaraan.
Diskon Tiket Pesawat dan Kebijakan Kerja Fleksibel
Pemerintah juga memberi diskon tiket pesawat 17 sampai 18 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi pada 14 sampai 29 Maret 2026.
Langkah ini diharapkan mendorong masyarakat memilih perjalanan udara sebagai alternatif mudik. Selain itu, pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere bagi aparatur sipil negara pada 24 sampai 27 Maret 2026.
Airlangga mendorong sektor swasta mengikuti skema kerja fleksibel serupa. “Kebijakan ini diharapkan memberi fleksibilitas bagi pekerja dan mengurangi kepadatan di transportasi umum,” kata Airlangga. Strategi ini juga bertujuan menjaga produktivitas sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat di periode libur panjang.
Kebijakan kerja fleksibel dipandang sebagai bagian dari stimulus ekonomi non-finansial. Aparatur sipil negara dapat menyesuaikan lokasi kerja tanpa mengurangi tugas dan tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga arus konsumsi tetap stabil selama Lebaran.
Bantuan Pangan Untuk 5,04 Juta Keluarga
Selain diskon transportasi, pemerintah menyalurkan bantuan pangan senilai Rp 11,92 triliun kepada 5,04 juta keluarga dari desil 1 hingga desil 4. Setiap keluarga menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama dua bulan. Penyaluran bantuan dimulai saat Ramadan untuk mendukung kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.
Bantuan pangan bertujuan memperkuat daya beli dan menjaga konsumsi rumah tangga tetap tinggi. Pemerintah memprioritaskan keluarga yang rentan agar tidak mengalami kekurangan selama periode mudik dan lebaran. Strategi ini diharapkan mencegah lonjakan harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Airlangga menegaskan bahwa pengalaman Lebaran 2025 menjadi acuan penyaluran bantuan. Mobilitas masyarakat saat itu mencapai 154,62 juta orang, dan pertumbuhan ekonomi kuartal IV tercatat 5,39 persen.
“Kombinasi diskon transportasi dan bantuan pangan ini diharapkan menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat pada awal 2026,” ujar Airlangga.
Target Konsumsi dan Efek Stimulus Ekonomi
Kebijakan ini diharapkan memacu konsumsi masyarakat di awal tahun 2026. Melalui kombinasi diskon transportasi, bantuan pangan, dan kerja fleksibel, pemerintah menargetkan daya beli tetap terjaga. Strategi ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi di kuartal I dan mengurangi risiko perlambatan konsumsi.
Airlangga menyebut bahwa stimulus ini memberikan efek ganda, baik dari sisi mobilitas maupun konsumsi. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini tanpa harus menunggu lama,” katanya. Pemerintah terus memonitor pelaksanaan agar stimulus berjalan efektif dan tepat sasaran.
Target konsumsi diarahkan pada kelompok masyarakat yang paling terdampak fluktuasi harga. Bantuan pangan dan diskon transportasi menjadi instrumen utama. Efektivitas stimulus akan diukur dari kepuasan masyarakat dan tingkat pemanfaatan program.
Koordinasi Antar Kementerian dan Sektor Swasta
Pelaksanaan stimulus melibatkan koordinasi antara kementerian terkait dan sektor swasta. Pihak swasta diimbau mengikuti skema kerja fleksibel agar arus transportasi lebih terkendali. Hal ini diharapkan meminimalkan kemacetan dan mengefektifkan distribusi bantuan.
Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan berperan memastikan distribusi bantuan pangan dan diskon transportasi tepat waktu. “Koordinasi antar kementerian menjadi kunci suksesnya program ini,” ujar Airlangga. Pemerintah menekankan pentingnya monitoring lapangan untuk menjamin kepuasan masyarakat.
Sinergi antar lembaga memastikan stimulus memberi dampak positif maksimal. Langkah ini diharapkan mendorong konsumsi, menjaga stabilitas harga, dan mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran. Pemerintah optimistis strategi ini mampu menguatkan daya beli sekaligus meningkatkan efisiensi transportasi.
Harapan Pemerintah dan Dampak Positif
Dengan paket stimulus ini, pemerintah berharap masyarakat dapat mudik dan merayakan Lebaran dengan nyaman. Diskon transportasi, bantuan pangan, dan kebijakan kerja fleksibel menjadi kombinasi strategis. “Prinsipnya, semua kebijakan dibuat untuk meringankan beban masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi tetap lancar,” kata Airlangga.
Efek positif dari stimulus diharapkan dirasakan mulai dari peningkatan konsumsi rumah tangga hingga kelancaran mobilitas. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi awal 2026 tetap stabil dan mengurangi potensi perlambatan.
Dukungan ini juga diharapkan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Koordinasi lintas kementerian dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah menekankan pemantauan ketat selama penyaluran program. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari stimulus transportasi dan bantuan pangan menjelang Lebaran 2026.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Menkop Resmikan Call Center Baru Untuk Layanan dan Pengaduan Kopdes Merah Putih
- Rabu, 18 Februari 2026
Industri Baja Nasional Siap Lakukan Transisi Hijau untuk Daya Saing Global
- Rabu, 18 Februari 2026
Terpopuler
1.
Film Biografi Susi Susanti Love All Kini Hadir Menghiasi Layar Vidio
- 18 Februari 2026
2.
Sinopsis Film Ghost In The Cell Karya Sutradara Kondang Joko Anwar
- 18 Februari 2026
3.
4.
5.
Bahlil Teken Izin Tambang Rakyat 18 Provinsi WPR Sulsel Disetujui
- 18 Februari 2026












