Industri Pergadaian 2025 Tunjukkan Laju Penyaluran Pembiayaan Mencatat Rekor Baru
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 48,06% per Akhir 2025, menandai capaian signifikan di sektor ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 130,37 triliun per Desember 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, mengatakan, "Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 48,06%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun tingkat risiko kredit masih terjaga."
Jika dilihat lebih rinci, pertumbuhan pembiayaan menunjukkan tren positif dibandingkan November 2025 yang tumbuh 42,88% secara Year on Year (YoY).
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Hal ini menunjukkan industri pergadaian terus memperluas jangkauan layanan pembiayaannya. Agusman menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekspansi industri secara berkelanjutan.
Peningkatan ini memberikan optimisme bagi pelaku usaha pergadaian untuk memperluas portofolio pembiayaan. Dengan pertumbuhan hampir setengah dari total nilai pembiayaan, sektor ini dinilai memiliki daya tahan yang kuat. Para analis memandang angka ini sebagai indikator pemulihan ekonomi yang positif.
Komposisi Pembiayaan Industri Pergadaian
Secara rinci, pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk gadai, senilai Rp 118,73 triliun. Nilai ini mencakup 91,11% dari total pembiayaan yang disalurkan. Agusman menegaskan, produk gadai tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan industri pergadaian.
Selain produk gadai, jenis pembiayaan lain mulai menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hal ini memperlihatkan diversifikasi produk di industri pergadaian. Keberagaman produk diyakini mampu memperkuat daya saing sektor ini.
OJK menilai, pertumbuhan pembiayaan tidak hanya berdampak pada nilai aset, tetapi juga pada penetrasi pasar. Dengan komposisi yang proporsional, industri pergadaian mampu melayani berbagai segmen nasabah. Agusman menambahkan, "Kami terus memantau kinerja pembiayaan agar tetap optimal dan aman."
Pertumbuhan Nilai Aset Pergadaian
OJK mencatat, nilai aset industri pergadaian per Desember 2025 mencapai Rp 157,39 triliun. Angka ini meningkat 48,41% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 106,05 triliun. Kenaikan nilai aset ini mencerminkan kekuatan finansial dan kemampuan industri pergadaian dalam mengelola risiko.
Pertumbuhan aset menjadi indikator penting bagi stabilitas industri keuangan non-bank. Dengan nilai aset yang meningkat signifikan, pergadaian menunjukkan kinerja yang sehat dan berkelanjutan. Agusman menekankan, pengelolaan aset harus tetap hati-hati untuk menjaga kepercayaan publik.
Nilai aset yang besar juga memungkinkan industri pergadaian menyediakan layanan lebih luas. Hal ini berdampak pada peningkatan kapasitas pembiayaan bagi masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan aset berbanding lurus dengan penguatan sektor ekonomi.
Jumlah Perusahaan Pergadaian Berizin
Hingga Juni 2025, terdapat 208 perusahaan pergadaian yang telah memperoleh izin usaha. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelaku industri yang legal dan diawasi. Agusman menuturkan, izin usaha menjadi fondasi penting untuk menjaga keamanan transaksi pembiayaan.
Pertumbuhan jumlah perusahaan juga mencerminkan minat tinggi dalam sektor pergadaian. Hal ini memberikan peluang kerja serta inovasi produk bagi konsumen. OJK terus mendorong perusahaan pergadaian untuk meningkatkan layanan dan tata kelola.
Dengan pengawasan yang ketat, industri pergadaian mampu menjaga risiko kredit tetap terkendali. Keberadaan perusahaan resmi juga mendorong persaingan sehat di sektor ini. Agusman menegaskan, penguatan regulasi akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri pergadaian.
Prospek Industri Pergadaian ke Depan
Prospek industri pergadaian ke depan dipandang sangat positif. Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 48,06% per Akhir 2025 menjadi bukti bahwa sektor ini mampu beradaptasi dan berkembang. Agusman menambahkan, pertumbuhan ini akan mendorong inovasi produk dan efisiensi operasional.
Industri pergadaian diharapkan mampu meningkatkan penetrasi pasar ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Hal ini sekaligus mendukung pemerataan akses pembiayaan bagi masyarakat. Dengan kombinasi pertumbuhan aset, diversifikasi produk, dan jumlah perusahaan berizin, prospek jangka panjang industri pergadaian semakin cerah.
Para pelaku industri menilai, tren ini membuka peluang kolaborasi dengan sektor keuangan lain. Pengembangan teknologi dan digitalisasi layanan juga diharapkan mempercepat ekspansi. Agusman menekankan, "Kami yakin industri pergadaian akan terus tumbuh, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas."
Kesimpulannya, Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 48,06% per Akhir 2025 menunjukkan capaian signifikan yang memperkuat posisi sektor ini. Nilai aset dan jumlah perusahaan yang meningkat menegaskan daya tahan dan stabilitas industri.
Dengan strategi pengelolaan risiko yang tepat, industri pergadaian diproyeksikan menjadi motor penggerak pembiayaan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Provinsi Lampung Perkuat Energi Terbarukan Menuju Pusat Energi Bersih Tingkat Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Hilirisasi Dan Energi Terbarukan Menjadi Magnet Baru Modal Global Ke Indonesia
- Jumat, 06 Februari 2026
Menteri Perdagangan Tinjau Ketersediaan Minyak Goreng Guna Pastikan Stabilitas Pasokan Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Ribuan Karung Limbah Minyak Hitam Di Pantai Trikora Bintan Mulai Dibersihkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026


.jpeg)









