Jumat, 06 Februari 2026

OJK Tingkatkan Literasi Kripto untuk Mendorong Pertumbuhan Pengguna Hingga 26 Persen

OJK Tingkatkan Literasi Kripto untuk Mendorong Pertumbuhan Pengguna Hingga 26 Persen
OJK Tingkatkan Literasi Kripto untuk Mendorong Pertumbuhan Pengguna Hingga 26 Persen

JAKARTA - Pertimbangan OJK agresif bidik pertumbuhan konsumen kripto 26% menunjukkan optimisme tinggi di industri keuangan digital. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan proyeksi ini berdasarkan rencana bisnis yang disampaikan oleh seluruh pedagang aset keuangan digital. Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif IAKD-ITSK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa akumulasi dari 25 pedagang aset digital menjadi dasar proyeksi tahunan.

“Jadi sama seperti yang lain, kami sudah menerima rencana bisnis dari masing-masing pedagang aset keuangan digital. Angka yang diakumulasi dari seluruh 25 pedagang aset keuangan digital,” ucap Hasan. 

Baca Juga

Prudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga

Pernyataan ini menegaskan optimisme pedagang untuk meningkatkan jumlah konsumen aset keuangan digital setidaknya 26% dalam tahun ini. Optimisme tersebut mendorong OJK menyiapkan strategi untuk mendukung pencapaian target tersebut.

Hasan menjelaskan salah satu strategi utama adalah menggiatkan program literasi dan edukasi publik. Program ini dirancang agar masyarakat lebih memahami peluang menjadi konsumen atau investor di industri aset keuangan digital. “Tentu dengan disertai upaya nyata untuk menghadirkan pengelolaan risiko dan pemahaman yang baik dalam melakukan investasi di aset kripto ini,” tambah Hasan.

Strategi Literasi dan Edukasi Publik

OJK menekankan pentingnya pemahaman publik terhadap investasi aset digital melalui program edukasi intensif. Upaya ini diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri mengambil keputusan keuangan yang tepat. Literasi keuangan menjadi fokus karena berkorelasi langsung dengan pertumbuhan jumlah konsumen.

Selain literasi, OJK mendorong pemahaman risiko dalam investasi kripto agar masyarakat lebih bijak. Program edukasi mencakup cara membaca tren pasar, mengenali potensi kerugian, dan mengelola aset dengan strategi terukur. Dengan demikian, pedagang dan investor dapat bekerja sama untuk pertumbuhan yang sehat.

Hasan menegaskan bahwa langkah-langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi konkret OJK. “Lebih akan memberikan pemahaman kepada publik masyarakat tentang peluang untuk menjadi konsumen atau investor di industri aset keuangan digital,” ujarnya. Program ini juga diproyeksikan mampu mendukung target pertumbuhan konsumen kripto yang agresif.

Proyeksi Pertumbuhan Sektor Keuangan

Outlook agresif OJK mencakup pertumbuhan konsumen aset keuangan digital sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Lembaga ini juga memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan 10%-12% sepanjang tahun. Proyeksi tersebut didukung asumsi kenaikan dana pihak ketiga perbankan sebesar 7%-9%, menciptakan landasan yang kokoh untuk pertumbuhan sektor keuangan.

Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa kinerja sektor keuangan akan tetap tumbuh secara berkelanjutan. 

Hal ini mencakup berbagai instrumen keuangan, termasuk asuransi dan dana pensiun, yang diperkirakan mengalami pertumbuhan signifikan. “Kami optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di 2026,” kata Friderica.

Selain itu, OJK menargetkan pertumbuhan aset asuransi sebesar 5%-7% sepanjang tahun ini. Aset dana pensiun juga diproyeksikan tumbuh 10%-12% yoy. Target ini menunjukkan perhatian OJK pada stabilitas dan diversifikasi pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Target dan Sinergi Industri Keuangan

Selain pertumbuhan konsumen kripto, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan diproyeksikan naik 6%-8% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Di sisi lain, pasar modal ditargetkan menghimpun dana sebesar Rp250 triliun pada tahun ini. Proyeksi ini mencerminkan sinergi yang diharapkan antara regulator, pedagang, dan investor.

OJK juga menyoroti pentingnya inovasi seperti scoring kredit berbasis teknologi. Permintaan skor kredit innovative credit scoring diperkirakan mencapai 200 juta permintaan, sementara transaksi aggregator diproyeksikan tumbuh Rp27 triliun. Target ini menunjukkan komitmen OJK untuk mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital.

Kiki, salah satu pejabat OJK, menekankan bahwa sinergi ini bukan sekadar angka, tetapi bagian dari strategi memperkuat industri keuangan nasional. “Kita mengharapkan sinergi dan memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi di 2026,” ujar Kiki. Pendekatan ini diharapkan menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pengelolaan Risiko dan Pemahaman Investor

Peningkatan jumlah konsumen aset keuangan digital membutuhkan perhatian terhadap risiko investasi. OJK mengingatkan bahwa pertumbuhan agresif harus disertai pengelolaan risiko yang matang. Investor dan pedagang diharapkan dapat menyeimbangkan peluang dengan kehati-hatian yang tepat.

Hasan menegaskan bahwa edukasi risiko menjadi bagian penting dari strategi literasi publik. Investor diberi pemahaman terkait volatilitas aset digital, potensi keuntungan, dan langkah mitigasi kerugian. 

“Tentu dengan disertai upaya nyata untuk menghadirkan pengelolaan risiko dan pemahaman yang baik dalam melakukan investasi di aset kripto ini,” kata Hasan.

Selain itu, OJK mendorong pedagang untuk menyusun rencana bisnis yang realistis dan berbasis data. Hal ini bertujuan agar target pertumbuhan konsumen kripto 26% dapat dicapai tanpa mengorbankan stabilitas industri. Strategi ini diharapkan menjadi model bagi pertumbuhan berkelanjutan sektor keuangan digital di masa depan.

Outlook Optimistis 2026

Secara keseluruhan, OJK menegaskan outlook agresif ini sebagai wujud keyakinan terhadap potensi pasar keuangan digital. Proyeksi pertumbuhan konsumen kripto 26% menjadi indikator bahwa industri siap menghadapi tantangan dan peluang tahun ini. 

Pendekatan yang terstruktur, sinergi antar-pemangku kepentingan, serta edukasi publik menjadi kunci pencapaian target tersebut.

Pertumbuhan kredit perbankan, aset asuransi, dana pensiun, hingga piutang pembiayaan perusahaan menunjukkan bahwa sektor keuangan tetap sehat. Target pengumpulan dana di pasar modal dan peningkatan permintaan scoring kredit inovatif menambah optimisme. OJK memastikan strategi yang dijalankan tidak hanya agresif, tetapi juga realistis dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan risiko yang tepat dan literasi publik yang baik, pertumbuhan konsumen kripto 26% diyakini dapat tercapai. 

Langkah-langkah OJK ini mencerminkan komitmen terhadap stabilitas industri keuangan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat. Tahun 2026 diharapkan menjadi periode pertumbuhan yang inklusif dan terukur bagi sektor keuangan digital Indonesia.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook