Rabu, 04 Februari 2026

Pelebaran Defisit APBN Dinilai Perlu untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pelebaran Defisit APBN Dinilai Perlu untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pelebaran Defisit APBN Dinilai Perlu untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JAKARTA - Pemerintah menilai stabilitas ekonomi nasional perlu dijaga melalui kebijakan fiskal yang terukur. 

Risiko perlambatan ekonomi dinilai dapat memicu tekanan yang lebih besar apabila tidak diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, pemerintah memilih langkah fiskal yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan.

Krisis ekonomi pada akhir 1990-an menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan anggaran negara. Pemerintah tidak ingin tekanan ekonomi berkembang tanpa respons kebijakan yang memadai. Kebijakan anggaran kemudian diarahkan untuk menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.

Baca Juga

Harga Emas Antam Stabil, Investor Tetap Optimis Lakukan Transaksi Hari Ini

Dalam konteks tersebut, pelebaran defisit anggaran dipandang sebagai langkah antisipatif. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya dorong ekonomi tetap berjalan. Pemerintah menilai langkah tersebut perlu diambil secara terukur.

Pertimbangan Pelebaran Defisit Anggaran

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pelebaran defisit bukan keputusan yang mudah. Langkah tersebut diambil untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan perlambatan ekonomi. Pemerintah menilai risiko menahan belanja justru lebih besar.

Realisasi sementara APBN 2025 mencatat defisit sebesar Rp695,1 triliun. Angka ini setara dengan 2,92 persen terhadap produk domestik bruto. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan target awal defisit APBN 2025.

Meski demikian, realisasi defisit masih berada di bawah batas maksimal yang diatur undang-undang. Ambang batas defisit ditetapkan sebesar tiga persen terhadap PDB. Pemerintah memastikan kebijakan tetap berada dalam koridor hukum.

Arah Kebijakan APBN dan Belanja Negara

Untuk tahun anggaran berikutnya, APBN disepakati dengan target defisit sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Angka tersebut mencerminkan kehati-hatian sekaligus keberlanjutan kebijakan fiskal. Pemerintah tetap mengedepankan kesinambungan anggaran.

Purbaya menegaskan bahwa belanja negara diarahkan untuk membalikkan arah perlambatan ekonomi. Peningkatan belanja berdampak langsung pada pelebaran defisit fiskal. Namun, langkah tersebut dinilai perlu dilakukan.

Menurutnya, menahan belanja berisiko menekan ekonomi lebih dalam. Pemerintah juga memilih tidak menaikkan tarif pajak maupun bea cukai. Strategi ini diambil agar aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Kebijakan Counter Cyclical dan Respons Kritik

Langkah pelebaran defisit menuai kritik dari sejumlah pihak. Kritik tersebut muncul karena kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara. Namun, pemerintah menjelaskan bahwa defisit sebenarnya masih dapat ditekan.

Secara teknis, defisit dapat dijaga di kisaran dua persen. Opsi tersebut mengharuskan penghentian beberapa pos belanja negara. Pemerintah menilai pilihan itu tidak tepat di tengah perlambatan ekonomi.

Pemerintah memilih kebijakan counter cyclical melalui peningkatan belanja. Program bantuan sosial dan insentif pajak menjadi bagian dari strategi tersebut. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

Pandangan Pengamat dan Kondisi Fiskal Terkini

Kondisi fiskal negara turut menjadi perhatian para pengamat ekonomi. Pengamat menilai defisit APBN 2025 masih dalam batas yang terkendali. Posisi defisit berada di bawah ambang batas yang ditetapkan undang-undang.

Defisit sebesar 2,92 persen terhadap PDB dinilai mencerminkan kedisiplinan fiskal. Pelebaran defisit tidak serta-merta menunjukkan memburuknya fundamental ekonomi. Tekanan penerimaan negara menjadi faktor utama.

Normalisasi harga komoditas global disebut berpengaruh pada penerimaan negara. Kondisi tersebut tidak mencerminkan lemahnya tata kelola fiskal. Kebijakan anggaran ekspansif justru relevan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Bisa Menguat Tahun Ini di Tengah Tantangan Ekonomi

Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Bisa Menguat Tahun Ini di Tengah Tantangan Ekonomi

Program KUR Bank Mandiri 2026 Dorong UMKM Lebih Kompetitif dan Produktif

Program KUR Bank Mandiri 2026 Dorong UMKM Lebih Kompetitif dan Produktif

KUR BRI 2026 Jadi Dorongan Strategis Pertumbuhan UMKM Nasional Tahun Ini

KUR BRI 2026 Jadi Dorongan Strategis Pertumbuhan UMKM Nasional Tahun Ini

Harga Perak Antam Menguat, Investor Didorong Manfaatkan Peluang Investasi Tahun Ini

Harga Perak Antam Menguat, Investor Didorong Manfaatkan Peluang Investasi Tahun Ini

IHSG Menguat Hari Ini, Investor Tunjukkan Kepercayaan pada Pasar Saham

IHSG Menguat Hari Ini, Investor Tunjukkan Kepercayaan pada Pasar Saham