Rabu, 04 Februari 2026

Kuota Gas Elpiji di Bondowoso Ditingkatkan Jelang Ramadan 2026

Kuota Gas Elpiji di Bondowoso Ditingkatkan Jelang Ramadan 2026
Kuota Gas Elpiji di Bondowoso Ditingkatkan Jelang Ramadan 2026

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram kepada Pertamina untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.

Usulan kuota ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan kesiapan menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat. Langkah ini bertujuan menjaga pasokan agar tetap lancar dan harga stabil selama bulan puasa dan perayaan Lebaran.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menyampaikan usulan kuota setara dengan kebutuhan sekitar 1.700 metrik ton per bulan. 

Baca Juga

Transformasi Energi Nasional Dimulai, Nuklir Jadi Pelengkap Energi Terbarukan

Usulan tersebut disampaikan sejak akhir tahun sebelumnya dan masih bersifat permintaan resmi. Peningkatan kuota ini sejalan dengan upaya menyiapkan buffer stock agar stok di lapangan tidak tersendat.

Koordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas juga dilakukan sejak jauh hari. Tujuannya adalah memastikan distribusi berjalan lancar, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dengan persiapan ini, masyarakat dapat menggunakan LPG 3 kilogram tanpa gangguan berarti.

Strategi Penambahan Kuota Fakultatif

Bondowoso mengusulkan penambahan kuota fakultatif sebagai langkah antisipatif. Penambahan ini dilakukan dengan menarik stok dari bulan sebelumnya untuk dialokasikan pada bulan menjelang Lebaran. Cara ini dianggap efektif menjaga ketersediaan LPG agar tidak terjadi kelangkaan di tengah tingginya permintaan.

Usulan kuota fakultatif biasanya dua kali lipat dari kebutuhan normal bulanan. Strategi ini sudah diterapkan pada Lebaran sebelumnya dan terbukti menjaga ketersediaan stok. Pemerintah daerah menegaskan mekanisme ini akan tetap dijalankan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh LPG.

Selain itu, langkah ini memungkinkan Pertamina menyesuaikan distribusi secara lebih fleksibel. Penambahan kuota fakultatif menjadi cadangan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, pasokan LPG dapat merata dan harga tetap terkendali di pasaran.

Ketersediaan dan Keamanan Stok

Agung menegaskan stok LPG 3 kilogram di Bondowoso dipastikan aman menjelang Ramadan. Kondisi ini sama seperti tahun sebelumnya, saat penambahan kuota fakultatif diterapkan. Keamanan stok ini memberi kepastian kepada masyarakat bahwa tidak akan terjadi kelangkaan.

Kendala tabung kosong di beberapa titik lebih disebabkan keterlambatan distribusi, bukan kekurangan kuota. Pemkab terus memantau dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan stok tambahan segera tersedia. Penanganan cepat ini membuat distribusi LPG tetap lancar dan terjangkau bagi semua warga.

Selain itu, stok yang cukup membantu menahan harga tetap stabil. Dengan jaminan pasokan yang memadai, masyarakat tidak perlu khawatir adanya lonjakan harga mendadak. Keamanan stok menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah menjelang hari besar keagamaan.

Pengawasan Distribusi di Lapangan

Menjelang hari besar, pengawasan distribusi LPG akan diperketat. Pemkab Bondowoso berencana membentuk tim gabungan yang melibatkan Diskoperindag, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya. Langkah ini memastikan proses distribusi berlangsung sesuai rencana dan tepat sasaran.

Tim gabungan akan memantau langsung jalur distribusi hingga tingkat agen dan pangkalan. Dengan pemantauan intensif, potensi keterlambatan atau penumpukan stok di satu titik dapat segera diatasi. Hal ini bertujuan menjaga kelancaran distribusi sehingga masyarakat memperoleh LPG sesuai kebutuhan.

Monitoring juga mencakup pemeriksaan harga di lapangan. Tim gabungan akan memastikan harga tetap stabil agar tidak memberatkan masyarakat. Dengan pengawasan yang lebih ketat, Bondowoso berupaya menciptakan distribusi LPG yang aman, adil, dan merata selama Ramadan dan Lebaran.

Manfaat Tambahan Kuota bagi Masyarakat

Penambahan kuota LPG 3 kilogram memberi keuntungan langsung bagi masyarakat. Dengan stok yang cukup, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan tabung saat memasak untuk kebutuhan rumah tangga. Hal ini sangat penting terutama bagi keluarga yang menyiapkan hidangan Lebaran dalam jumlah banyak.

Selain itu, harga LPG di pasaran dapat tetap terkendali. Stabilitas harga mencegah lonjakan pengeluaran rumah tangga dan memudahkan perencanaan belanja bulanan. Penambahan kuota juga meningkatkan rasa aman masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar rumah tangga, terutama di bulan penuh aktivitas seperti Ramadan.

Langkah pemerintah daerah ini menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan warga. Dengan koordinasi, pengawasan, dan persiapan yang matang, kebutuhan masyarakat akan LPG dapat terpenuhi dengan baik. Strategi ini menjadi contoh pengelolaan pasokan yang efektif menjelang hari besar keagamaan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

GIAMM Jelaskan Sederet Hambatan yang Ganggu Pertumbuhan Industri Otomotif

GIAMM Jelaskan Sederet Hambatan yang Ganggu Pertumbuhan Industri Otomotif

Presiden Prabowo Perkuat BUMN Transportasi dengan Tambahan PMN Rp4,77 Triliun

Presiden Prabowo Perkuat BUMN Transportasi dengan Tambahan PMN Rp4,77 Triliun

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Mengalami Kenaikan Di Tengah Dinamika Pasar

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Mengalami Kenaikan Di Tengah Dinamika Pasar

Temuan Karung Berisi Limbah Minyak Hitam Mengotori Kawasan Wisata Pantai Trikora

Temuan Karung Berisi Limbah Minyak Hitam Mengotori Kawasan Wisata Pantai Trikora

Tinjauan Strategis Urgensi Implementasi Program Biodiesel B50 Saat Indonesia Surplus Solar

Tinjauan Strategis Urgensi Implementasi Program Biodiesel B50 Saat Indonesia Surplus Solar