Kata Harga Pangan Terkini Nasional Cabai Rawit Merah Rp50200 Telur Ayam Rp32550
- Rabu, 14 Januari 2026
JAKARTA - Pergerakan harga pangan kembali menjadi perhatian publik seiring dinamika pasokan dan permintaan di tingkat nasional.
Data terbaru menunjukkan sejumlah komoditas strategis masih berada pada level yang cukup tinggi, sementara beberapa lainnya relatif stabil. Kondisi ini mencerminkan situasi pasar yang terus bergerak dan menuntut kewaspadaan konsumen serta pemangku kebijakan. Pemantauan harga secara rutin menjadi penting agar masyarakat memiliki gambaran yang utuh mengenai kondisi pasar pangan harian.
Gambaran Umum Harga Pangan Nasional
Baca JugaPAABI Permintaan Alat Berat 2026 Tembus 25 Ribu Unit Nasional
Berdasarkan catatan resmi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis yang dikelola oleh Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat Rp50.200 per kilogram. Angka tersebut menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi di tingkat pedagang eceran nasional.
Selain itu, harga telur ayam ras juga berada di level Rp32.550 per kilogram, menunjukkan stabilitas dengan kecenderungan tetap menjadi bahan pangan yang banyak dicari.
Data yang dihimpun pada Rabu pagi pukul 10.10 WIB ini menjadi gambaran terkini mengenai kondisi pasar. Informasi tersebut membantu masyarakat memahami fluktuasi harga, sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Harga Bumbu Dapur Masih Beragam
Selain cabai rawit merah, komoditas bumbu dapur lain juga menunjukkan variasi harga yang cukup lebar. Bawang merah tercatat berada di harga Rp48.350 per kilogram, sementara bawang putih diperdagangkan pada level Rp40.800 per kilogram. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor pasokan dari daerah produsen serta distribusi ke wilayah konsumen.
Cabai merah besar berada di harga Rp40.550 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting tercatat Rp39.600 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga justru sedikit lebih tinggi dibandingkan cabai rawit merah, yakni Rp50.950 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa jenis dan preferensi pasar turut memengaruhi pembentukan harga di tingkat eceran.
Perkembangan Harga Beras di Pasaran
Komoditas beras sebagai pangan pokok utama masyarakat Indonesia juga tercatat dengan berbagai klasifikasi kualitas. Beras kualitas bawah I berada di harga Rp15.100 per kilogram, sementara kualitas bawah II Rp14.750 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, harga medium I tercatat Rp16.150 per kilogram dan medium II Rp15.900 per kilogram.
Di segmen kualitas lebih tinggi, beras kualitas super I diperdagangkan di harga Rp17.200 per kilogram, sedangkan super II berada di level Rp16.600 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan kualitas, merek, serta jalur distribusi yang memengaruhi harga akhir di tingkat konsumen.
Harga Protein Hewani Masih Stabil
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp39.500 per kilogram. Angka ini relatif stabil dan masih menjadi pilihan utama masyarakat karena lebih terjangkau dibandingkan daging merah. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I berada di level Rp140.150 per kilogram, dan kualitas II Rp135.700 per kilogram.
Perbedaan harga antar kualitas daging sapi mencerminkan standar mutu serta segmentasi pasar. Meski berada di level tinggi, permintaan daging sapi tetap ada, terutama untuk kebutuhan rumah tangga tertentu dan sektor usaha kuliner.
Gula dan Minyak Goreng Ikut Dipantau
Komoditas gula dan minyak goreng juga menjadi perhatian karena berpengaruh langsung pada konsumsi harian. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.950 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.450 per kilogram. Selisih harga ini mencerminkan perbedaan kualitas dan preferensi konsumen.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp19.250 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp23.100 per liter, dan kemasan bermerek II di Rp21.700 per liter. Perbedaan harga tersebut menunjukkan pengaruh merek, kemasan, dan jalur distribusi terhadap harga jual di pasaran.
Makna Data Harga bagi Konsumen dan Kebijakan
Rangkaian data harga pangan yang dirilis PIHPS memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pasar nasional. Bagi konsumen, informasi ini dapat menjadi dasar untuk mengatur belanja rumah tangga dan memilih alternatif komoditas yang lebih terjangkau. Bagi pemerintah dan pemangku kepentingan, data tersebut berfungsi sebagai indikator awal untuk merumuskan kebijakan stabilisasi harga.
Pemantauan yang konsisten juga membantu mengantisipasi potensi gejolak harga akibat faktor cuaca, distribusi, maupun dinamika permintaan. Dengan keterbukaan data harga, diharapkan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen dapat terjaga, sehingga stabilitas pangan nasional tetap terpelihara di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo 15 Januari 2026, Cek Jam Terakhir Jelang Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Penjualan LCGC Anjlok 30 Persen Sepanjang 2025 Industri Otomotif Indonesia Tertekan
- Rabu, 14 Januari 2026
Properti Nasional Diprediksi Bangkit Booming Era Prabowo Didukung Pertumbuhan Ekonomi
- Rabu, 14 Januari 2026
Harga Minyak Dunia 14 Januari 2026 Melonjak Lebih Dua Persen Didorong Risiko Geopolitik
- Rabu, 14 Januari 2026
Terpopuler
1.
Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026
- 14 Januari 2026
2.
Maskapai Low-Cost Paling Aman Dunia 2026 Terungkap
- 14 Januari 2026
3.
11 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Kuku Tetap Sehat
- 14 Januari 2026
4.
Tren Baju Lebaran 2026 Gamis Berompi Kini Populer
- 14 Januari 2026
5.
Digitalisasi dan Inovasi Kemenkum Perkuat Zona Integritas Publik
- 14 Januari 2026












