Target Wisman 2026 Didorong Pemerintah Devisa Pariwisata Diproyeksikan Tembus Triliunan Rupiah
- Rabu, 14 Januari 2026
JAKARTA - Pemulihan sektor pariwisata yang berlangsung sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam menyusun target tahun berikutnya.
Dengan tren kunjungan yang terus membaik dan belanja wisatawan yang relatif stabil, pemerintah menilai sektor ini kembali memiliki daya dorong signifikan terhadap perekonomian nasional. Proyeksi terbaru menunjukkan optimisme kuat bahwa pariwisata mampu memberikan kontribusi lebih besar, baik dari sisi devisa maupun terhadap produk domestik bruto pada 2026.
Proyeksi Devisa dan Kontribusi terhadap PDB
Baca JugaPAABI Permintaan Alat Berat 2026 Tembus 25 Ribu Unit Nasional
Pemerintah memperkirakan devisa sektor pariwisata pada 2026 akan berada di kisaran Rp22 triliun hingga Rp24,7 triliun. Angka tersebut mencerminkan keyakinan bahwa arus wisatawan mancanegara akan terus meningkat seiring pemulihan mobilitas global.
Selain devisa, kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto juga diproyeksikan naik menjadi sekitar 4,5 hingga 4,7 persen, melampaui capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, sektor pariwisata memang menunjukkan tren pemulihan yang cukup konsisten. Hingga kuartal III 2025, kontribusi pariwisata terhadap PDB tercatat sebesar 3,96 persen. Capaian ini menjadi indikator awal bahwa sektor tersebut mulai kembali ke jalur pertumbuhan, meski belum sepenuhnya mencapai level sebelum pandemi.
Capaian Kunjungan Wisman Jadi Dasar Optimisme
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa target kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 yang dipatok 15 juta orang telah tercapai. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai kebijakan pemulihan pariwisata yang dijalankan pemerintah secara bertahap dan terkoordinasi.
“Target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai, dan di tahun 2026 targetnya sebesar 16–17,6 juta kunjungan,” ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin. Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang semakin agresif dalam mendorong sektor pariwisata.
Profil Wisatawan dan Pola Belanja
Data kunjungan menunjukkan bahwa hingga November 2025 jumlah wisatawan mancanegara telah mencapai 13,98 juta kunjungan. Rata-rata pengeluaran wisman pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 1.259 dolar AS per kunjungan, angka yang relatif stabil dan menjadi penopang devisa pariwisata nasional.
Dari sisi negara asal, wisatawan dari Malaysia masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 17,3 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Australia sebesar 11,3 persen, Singapura 10,5 persen, dan Tiongkok 8,8 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa pasar regional masih menjadi tulang punggung kunjungan, meski pemerintah juga terus berupaya memperluas pasar dari negara lain.
Arah Kebijakan Mengejar Target 2026
Untuk mengejar target yang lebih tinggi pada 2026, pemerintah menyepakati sejumlah arah kebijakan strategis. Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas. Upaya ini mencakup optimalisasi jaringan antarbandara serta sinkronisasi program pusat dan daerah di destinasi prioritas, agar pergerakan wisatawan menjadi lebih efisien.
Evaluasi kebijakan visa kunjungan juga masuk dalam agenda penting guna menyederhanakan akses masuk wisatawan mancanegara. Selain itu, pemerintah mendorong perbaikan tata kelola melalui digitalisasi perizinan penyelenggaraan acara di daerah. Penguatan standar keselamatan wisata, termasuk penyediaan skema asuransi, juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Penguatan SDM dan Insentif Pendukung
Aspek sumber daya manusia turut menjadi agenda utama dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah menargetkan peningkatan kompetensi sekitar 400.000 orang per tahun untuk memastikan kualitas layanan pariwisata semakin baik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tengah persaingan global.
Dari sisi pembiayaan, dukungan disiapkan melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund. Pemerintah juga memberikan insentif pajak berupa PPh Ditanggung Pemerintah bagi tenaga kerja pariwisata pada 2025 hingga 2026.
Menjelang libur Lebaran, stimulus tambahan seperti diskon tiket transportasi dan potongan belanja turut disiapkan, mengikuti pola kebijakan pada periode sebelumnya. Airlangga menegaskan bahwa capaian sepanjang 2025 menjadi dasar optimisme pemerintah untuk mengejar target pariwisata yang lebih ambisius pada 2026.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo 15 Januari 2026, Cek Jam Terakhir Jelang Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Penjualan LCGC Anjlok 30 Persen Sepanjang 2025 Industri Otomotif Indonesia Tertekan
- Rabu, 14 Januari 2026
Kata Harga Pangan Terkini Nasional Cabai Rawit Merah Rp50200 Telur Ayam Rp32550
- Rabu, 14 Januari 2026
Properti Nasional Diprediksi Bangkit Booming Era Prabowo Didukung Pertumbuhan Ekonomi
- Rabu, 14 Januari 2026
Harga Minyak Dunia 14 Januari 2026 Melonjak Lebih Dua Persen Didorong Risiko Geopolitik
- Rabu, 14 Januari 2026
Terpopuler
1.
Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026
- 14 Januari 2026
2.
Maskapai Low-Cost Paling Aman Dunia 2026 Terungkap
- 14 Januari 2026
3.
11 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Kuku Tetap Sehat
- 14 Januari 2026
4.
Tren Baju Lebaran 2026 Gamis Berompi Kini Populer
- 14 Januari 2026
5.
Digitalisasi dan Inovasi Kemenkum Perkuat Zona Integritas Publik
- 14 Januari 2026












