Aksi Korporasi Diamond Citra Dinilai Berhasil Optimalkan Nilai Saham Perusahaan
- Selasa, 13 Januari 2026
JAKARTA - Pergerakan saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk menunjukkan dinamika pasar yang menarik di awal tahun.
Aktivitas transaksi saham oleh pemegang saham pengendali menjadi perhatian investor. Langkah ini mencerminkan strategi korporasi dalam mengelola kepemilikan saham secara terukur.
Strategi Penjualan Saham Pengendali
Baca JugaDanantara Siap Jalankan Reformasi BUMN Besar Secara Bertahap Mulai 2026
Pemegang saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk adalah PT Karya Permata Inovasi Indonesia. Perusahaan tersebut berhasil membukukan dana sebesar Rp 38,40 miliar dari penjualan saham. Aksi ini dilakukan melalui transaksi penjualan sebagian kepemilikan saham perseroan.
PT Karya Permata Inovasi Indonesia melepas sebanyak 600 juta saham DADA. Transaksi dilakukan secara langsung di pasar reguler. Harga penjualan ditetapkan sebesar Rp 67 per saham.
Setelah transaksi, kepemilikan saham pengendali mengalami penyesuaian. Porsi kepemilikan turun menjadi 21,53 persen. Jumlah tersebut setara dengan 1,6 miliar saham DADA.
Sebelum transaksi, PT Karya Permata Inovasi Indonesia menggenggam 2,2 miliar saham. Kepemilikan tersebut setara dengan 29,60 persen saham perseroan. Penurunan porsi ini tetap mempertahankan status sebagai pemegang saham pengendali.
Pergerakan Harga Saham DADA
Pada hari transaksi, saham DADA bergerak di rentang harga yang cukup lebar. Perdagangan berlangsung di kisaran Rp 50 hingga Rp 67 per saham. Level tersebut mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi.
Penutupan perdagangan hari itu menunjukkan penguatan signifikan. Saham DADA melonjak hingga 20 persen. Harga saham ditutup di posisi Rp 60 per saham.
Kenaikan harga saham tidak berhenti di satu hari perdagangan. Pada sesi berikutnya, saham DADA kembali mencatatkan penguatan. Harga penutupan naik 5 persen ke level Rp 63 per saham.
Pergerakan positif ini menarik perhatian pelaku pasar. Lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut memicu permintaan klarifikasi dari otoritas bursa.
Penjelasan Manajemen Perseroan
Manajemen DADA memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi. Penjelasan disampaikan terkait volatilitas harga saham perseroan. Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang memengaruhi pergerakan saham.
Selain itu, perseroan juga menegaskan posisi internalnya. Manajemen menyebut tidak mengetahui adanya fakta penting yang belum diungkapkan ke publik. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal.
Manajemen juga menanggapi isu aktivitas pemegang saham tertentu. Perseroan mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas khusus sebagaimana diatur dalam regulasi. Penegasan ini ditujukan untuk menjaga transparansi informasi.
Langkah klarifikasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan berupaya menjaga kepercayaan investor. Komunikasi terbuka menjadi bagian dari tata kelola perusahaan.
Dinamika Pasca Lonjakan Harga
Setelah mencatatkan penguatan dalam dua hari perdagangan, saham DADA mengalami koreksi. Tekanan jual mulai terlihat di pasar. Saham bergerak turun ke zona merah.
Pada sesi perdagangan berikutnya, saham DADA melemah 7,94 persen. Harga turun ke level Rp 58 per saham. Koreksi ini terjadi setelah lonjakan signifikan sebelumnya. Tekanan terhadap saham berlanjut hingga penutupan perdagangan selanjutnya. Saham kembali melemah sebesar 8,62 persen. Harga ditutup di posisi Rp 53 per saham.
Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang wajar. Investor melakukan penyesuaian setelah kenaikan cepat. Fluktuasi menjadi bagian dari mekanisme perdagangan saham.
Respons Pasar dan Persepsi Investor
Aksi penjualan saham oleh pengendali memunculkan beragam persepsi. Sebagian pelaku pasar melihatnya sebagai realisasi keuntungan. Sementara lainnya menilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Volume transaksi yang besar menunjukkan minat pasar yang tinggi. Likuiditas saham DADA meningkat dalam periode tersebut. Kondisi ini memberikan ruang bagi investor untuk melakukan penilaian ulang.
Perubahan harga saham menjadi cerminan interaksi permintaan dan penawaran. Faktor teknikal turut memengaruhi pergerakan. Sentimen pasar bergerak cepat mengikuti informasi yang tersedia.
Meski mengalami koreksi, perhatian terhadap saham DADA tetap tinggi. Investor terus mencermati langkah perseroan selanjutnya. Dinamika ini menegaskan pentingnya transparansi dan komunikasi perusahaan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo 15 Januari 2026, Cek Jam Terakhir Jelang Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Telkomsel Catat Lonjakan Trafik Data 9,30 Persen Selama Periode Nataru 2025
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo 15 Januari 2026, Cek Jam Terakhir Jelang Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Simak Jadwal Lengkap KA Bandara YIA–Tugu Yogyakarta Kamis 15 Januari 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
- Kamis, 15 Januari 2026
Leyand Tetapkan Komisaris dan Direksi Baru untuk Percepat Ekspansi Bisnis
- Kamis, 15 Januari 2026
Terpopuler
1.
Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026
- 14 Januari 2026
2.
Maskapai Low-Cost Paling Aman Dunia 2026 Terungkap
- 14 Januari 2026
3.
11 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Kuku Tetap Sehat
- 14 Januari 2026
4.
Tren Baju Lebaran 2026 Gamis Berompi Kini Populer
- 14 Januari 2026
5.
Digitalisasi dan Inovasi Kemenkum Perkuat Zona Integritas Publik
- 14 Januari 2026








