JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan dinamika sejak awal perdagangan.
Indeks sempat dibuka menguat sebelum mengalami tekanan sesaat. Kondisi ini mencerminkan respons pasar terhadap berbagai sentimen yang berkembang.
IHSG sempat bergerak ke level 8.656,65 pada pembukaan perdagangan. Namun tidak lama kemudian indeks terkoreksi dan masuk ke zona merah. Fluktuasi ini terjadi di tengah kehati-hatian pelaku pasar.
Baca JugaKredit Pintar Apakah Legal & Terdaftar di OJK? Cek Faktanya di Sini!
Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka sepanjang perdagangan. Pelaku pasar mencermati faktor global dan domestik secara bersamaan. Dinamika ini membuat pergerakan indeks tetap menarik diperhatikan.
Penguatan IHSG pada Penutupan Perdagangan Sebelumnya
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG mencatatkan penguatan. Indeks naik 0,42 persen atau bertambah 36 poin. Posisi penutupan berada di level 8.645,84.
Kenaikan tersebut didukung sentimen positif dari dalam negeri. Data moneter menjadi salah satu faktor pendorong utama. Respons pasar terlihat cukup konstruktif terhadap data tersebut.
Penguatan IHSG menunjukkan daya tahan pasar saham domestik. Investor masih melihat ruang optimisme di tengah ketidakpastian. Hal ini menjaga pergerakan indeks tetap stabil.
Likuiditas Domestik Menjadi Penopang Pasar
Jumlah uang beredar tercatat mencapai Rp9.891,6 triliun. Secara tahunan, angka ini tumbuh sebesar 8,3 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada bulan sebelumnya, pertumbuhan uang beredar tercatat sebesar 7,7 persen. Peningkatan laju pertumbuhan memberikan sinyal positif bagi likuiditas. Kondisi tersebut mendukung aktivitas ekonomi dan pasar keuangan.
Likuiditas yang meningkat menjadi faktor penting bagi pasar saham. Ketersediaan dana mendorong minat investasi. Hal ini turut menopang pergerakan IHSG.
Peluang Penguatan di Tengah Tekanan Awal
Meskipun sempat bergerak melemah di awal perdagangan, IHSG masih berpeluang menguat. Proyeksi pergerakan indeks menunjukkan kecenderungan bullish. Level teknikal menjadi acuan utama pelaku pasar.
IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 8.560. Sementara itu, level resistansi berada di area 8.750. Rentang ini menjadi panduan pergerakan jangka pendek.
Analisis teknikal tersebut memberi gambaran potensi arah indeks. Investor memperhatikan level penting tersebut. Pergerakan indeks di sekitar level ini menjadi fokus utama.
Sentimen Global Mendukung Pasar Saham
Indeks saham di kawasan Asia dibuka cenderung menguat. Pergerakan ini mengikuti penguatan bursa saham Amerika Serikat. Bursa di AS mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut.
Sentimen positif dari Wall Street memberikan pengaruh ke pasar regional. Aliran optimisme menyebar ke bursa Asia. Kondisi ini membantu menjaga sentimen pasar.
Pada saat yang sama, ekspektasi terhadap kebijakan moneter masih berkembang. Pelaku pasar menantikan arah suku bunga ke depan. Harapan tersebut memengaruhi pergerakan aset berisiko.
Ekspektasi Ekonomi Global dan Risiko Ke Depan
Pelaku pasar masih menantikan kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan. Harapan ini muncul seiring data inflasi yang menurun. Data tenaga kerja yang kurang memuaskan turut memperkuat ekspektasi tersebut.
Selain itu, pasar menunggu rilis perhitungan awal Produk Domestik Bruto Amerika Serikat. Data ini mencerminkan kondisi kesehatan ekonomi. Fokus investor tertuju pada hasil pertumbuhan tersebut.
Produk Domestik Bruto triwulan ketiga diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara kuartalan. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,8 persen. Sejumlah ekonom menilai ekonomi menunjukkan pola pertumbuhan tidak merata.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Serie A Selesaikan Berbagai Proses Transfer Pada Hari Terakhir Bulan Januari
- Jumat, 06 Februari 2026
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Mengenal Aplikasi Faspay Adalah: Solusi Pembayaran Digital Era Modern
- Sabtu, 07 Februari 2026
Prudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
- Jumat, 06 Februari 2026
AXA Mandiri Capai Pertumbuhan Positif Premi Asuransi Kesehatan Tahun Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026











