Jumat, 06 Februari 2026

Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan

Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan
Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan

JAKARTA - Pelaksanaan program sosial nasional membutuhkan penyesuaian ketika memasuki momentum keagamaan. 

Pemerintah menilai fleksibilitas menjadi kunci agar manfaat tetap dirasakan merata. Program Makan Bergizi Gratis tetap dijalankan dengan pendekatan adaptif.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa MBG tidak dihentikan selama Ramadhan. Program tersebut justru disesuaikan dengan kondisi lapangan. Penyesuaian dilakukan agar tetap relevan dan efektif.

Baca Juga

Indonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP

Menko Pangan menegaskan pelayanan tetap berjalan. Mekanisme distribusi disesuaikan dengan situasi ibadah puasa. Prinsip keberlanjutan program tetap dijaga.

"Pembagian MBG tetap berlanjut meski di bulan Ramadhan. Hanya saja, mekanismenya berubah menyesuaikan situasinya," ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah. Penyesuaian dilakukan tanpa mengurangi manfaat.

Penyesuaian Mekanisme Distribusi MBG

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa MBG tetap berjalan seperti hari biasa. Namun, metode pemberian disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Penyesuaian ini mempertimbangkan perbedaan kondisi peserta.

Siswa beragama Islam mendapatkan menu kering. Makanan tersebut dapat dibawa pulang. Konsumsi dilakukan setelah waktu berbuka puasa. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap menerima makanan siap santap. Skema ini sama seperti hari-hari biasa. Tidak ada perubahan pada kelompok tersebut.

"Di bulan Ramadhan kan itu tidak semua siswa beragama Islam. Bagi yang beragama Islam akan diberikan makanan kering dan nanti disantap setelah berbuka puasa, yang beragama non-Muslim tetap mendapatkan menu makanan siap santap," katanya. Kutipan tersebut menjelaskan kebijakan secara rinci. Pendekatan ini dinilai adil dan proporsional.

Penyesuaian dilakukan untuk menjaga kenyamanan. Program tetap inklusif. Semua penerima manfaat tetap terlayani.

Komposisi Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi

Menu makanan kering disiapkan secara khusus. Komposisi tetap memperhatikan kecukupan gizi. Pemilihan bahan dilakukan secara selektif.

Makanan kering yang disediakan antara lain telur rebus. Selain itu tersedia kacang dan susu kemasan. Roti juga menjadi bagian dari paket. Menu tersebut dirancang agar praktis. Daya simpan lebih lama. Konsumsi setelah berbuka tetap aman.

Pemerintah memastikan kualitas bahan tetap terjaga. Standar keamanan pangan diterapkan. Distribusi dilakukan sesuai prosedur. Penyesuaian menu tidak mengurangi nilai gizi. Asupan tetap memenuhi kebutuhan harian. Prinsip kesehatan tetap diutamakan.

Standar Gizi Tetap Menjadi Prioritas

Menko Pangan memastikan standar gizi tetap dipenuhi. Hal ini berlaku bagi seluruh penerima manfaat. Tidak hanya siswa yang menjadi perhatian. Ibu hamil juga tetap menerima layanan. Anak di bawah dua tahun termasuk penerima manfaat. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi memiliki tenaga ahli. Ahli gizi bertugas menakar kebutuhan nutrisi. Proses ini dilakukan secara profesional.

"Kan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu punya ahli yang menakar standar gizi untuk siswa dan penerima lainnya. Jadi, aman lah," ucapnya. Pernyataan tersebut menegaskan aspek keamanan. Pemerintah menjamin kualitas layanan.

Standar gizi tidak dikompromikan. Penyesuaian hanya pada mekanisme. Substansi program tetap sama.

Komitmen Keberlanjutan Program MBG

Pemerintah menegaskan MBG tetap berjalan konsisten. Momentum Ramadhan tidak menjadi penghalang. Justru menjadi ujian adaptasi kebijakan. Fleksibilitas menjadi pendekatan utama. Program disesuaikan tanpa menghilangkan tujuan. Manfaat tetap dirasakan luas.

Menko Pangan menilai keberlanjutan sangat penting. Program MBG menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Konsistensi menjadi kunci keberhasilan.

Penyesuaian selama Ramadhan mencerminkan kepekaan kebijakan. Pemerintah berupaya memahami kebutuhan masyarakat. Kebijakan dirancang agar tidak eksklusif. Dengan skema ini, MBG tetap relevan. Penerima manfaat tetap terlayani optimal. Program diharapkan terus berjalan efektif sepanjang waktu.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Zulkifli Hasan Dorong PSEL di TPA Antang Makassar Untuk Energi Bersih

Zulkifli Hasan Dorong PSEL di TPA Antang Makassar Untuk Energi Bersih

HKTI Dorong Koordinasi dan Pendampingan Petani Hadapi Musim Tanam 2026

HKTI Dorong Koordinasi dan Pendampingan Petani Hadapi Musim Tanam 2026

Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi

Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi

Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi

Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi

Provinsi Lampung Perkuat Energi Terbarukan Menuju Pusat Energi Bersih Tingkat Nasional

Provinsi Lampung Perkuat Energi Terbarukan Menuju Pusat Energi Bersih Tingkat Nasional