Lonjakan Harga Emas Dorong Investor Pertimbangkan Keputusan Jual atau Beli
- Jumat, 31 Oktober 2025
JAKARTA - Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan terakhir, mendorong perhatian investor untuk menimbang strategi beli atau jual.
Tren kenaikan ini terjadi setelah periode harga emas sempat berada dalam zona negatif beberapa hari sebelumnya. Aksi beli yang terjadi belakangan ini menjadi pendorong utama harga emas menanjak, mencerminkan ketertarikan pasar terhadap logam mulia yang dinilai “murah”.
Dalam seminggu terakhir, harga emas memang sempat mengalami koreksi, namun rebound baru-baru ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali bergerak positif.
Baca JugaCara Mengaktifkan SPayLater yang Dibekukan, Mudah dan Praktis!
Lonjakan ini memunculkan pertanyaan strategis bagi investor, apakah momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk menambah kepemilikan atau sebaiknya mengambil keuntungan dari kenaikan harga.
Sebastian Mullins, Head of Multi-Asset and Fixed Income, menegaskan bahwa meski harga emas menunjukkan tren bullish, kekuatannya mungkin tidak sekuat sebelumnya.
“Pasar sudah melihat koreksi natural belakangan ini. Kami memandang pasar emas masih bullish meski mungkin tidak sekuat sebelumnya,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai arah pergerakan emas jangka pendek.
Analisis Teknikal Menunjukkan Potensi Kenaikan
Secara teknikal, harga emas masih berada di zona bullish, ditandai oleh Relative Strength Index (RSI) di angka 53. RSI di atas 50 menunjukkan bahwa aset tersebut masih dalam tekanan beli, meski belum menunjukkan kekuatan penuh.
Indikator Stochastic RSI berada di 13, menandakan kondisi oversold atau jenuh jual, yang biasanya memicu aksi beli sebagai strategi bargain hunting.
Target resisten terdekat untuk harga emas berada di kisaran US$ 4.079 hingga US$ 4.090 per troy ons, sementara target optimistis jangka pendek ada di US$ 4.130 per troy ons.
Di sisi lain, jika harga kembali turun, support terdekat diperkirakan ada di kisaran US$ 3.996 per troy ons, dengan support lanjutan di US$ 3.823 per troy ons. Target paling pesimistis berada di US$ 3.783 per troy ons.
Data teknikal ini memberikan gambaran bahwa volatilitas emas tetap tinggi, sehingga investor disarankan tetap memantau pergerakan harga harian sekaligus merencanakan strategi keluar dan masuk pasar secara matang.
Momentum untuk Strategi Investasi
Lonjakan harga emas saat ini membuka peluang sekaligus risiko bagi investor. Investor pemula maupun berpengalaman perlu mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum mengambil keputusan.
Pertama, memahami bahwa harga emas cenderung sensitif terhadap dinamika pasar global, termasuk geopolitik dan kebijakan moneter internasional. Kedua, aksi beli yang terjadi saat rebound dapat menjadi momen strategis untuk menambah portofolio, terutama bagi mereka yang ingin diversifikasi aset ke logam mulia.
Investor yang mempertimbangkan penjualan juga harus memperhatikan target harga yang realistis dan kondisi pasar saat ini. Mengingat volatilitas emas masih cukup tinggi, strategi trading jangka pendek maupun jangka menengah perlu direncanakan secara disiplin.
Selain itu, pemantauan indikator teknikal dan berita pasar global menjadi kunci dalam menentukan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar posisi.
Prospek dan Skenario Harga Emas
Pergerakan harga emas ke depan diprediksi tetap menarik bagi pelaku pasar. Kenaikan harga belakangan ini dipengaruhi oleh aksi bargain hunting, di mana investor memanfaatkan harga emas yang sebelumnya terkoreksi. Momentum ini diyakini masih dapat berlanjut, dengan potensi kenaikan terbatas hingga zona resisten terdekat.
Di sisi lain, jika terjadi tekanan jual kembali atau dinamika pasar negatif, harga emas bisa mengetes support penting. Investor disarankan untuk selalu mempertimbangkan skenario optimis maupun pesimistis agar strategi investasi lebih terukur.
Pergerakan emas yang dipengaruhi oleh faktor global dan sentimen pasar membuat logam mulia tetap menjadi instrumen penting dalam portofolio diversifikasi.
Harga emas saat ini menawarkan peluang investasi yang menarik, namun risiko tetap ada. Dengan memahami tren teknikal, memantau pergerakan pasar, serta menyiapkan strategi investasi yang tepat, investor dapat memanfaatkan momentum kenaikan harga emas secara optimal, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pemerintah Masih Bahas Insentif Mobil Listrik untuk Jaga Industri Otomotif Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Luncurkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV, PaninBank Bidik Dana Triliunan Rupiah
- Kamis, 05 Februari 2026
Update Harga Perak Antam Hari ini Catat Pergerakan Positif dan Stabil
- Kamis, 05 Februari 2026
Bank Mandiri Menjalankan Seribu Seratus Tujuh Puluh Empat Program Tanggung Jawab Sosial
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemilik Kartu KKS Bank BSI Mulai Cairkan Bansos Tahap Satu Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Cara Mengaktifkan SPayLater yang Dibekukan, Mudah dan Praktis!
- 06 Februari 2026
3.
Memahami Bunga Tabungan Bank Mandiri Untuk Nasabah 2026
- 06 Februari 2026
4.
Cara Pinjam Uang di DANA Premium dengan Mudah dan Cepat
- 06 Februari 2026






.jpg)





