Optimisme Tinggi Veda Siap Tunjukkan Performa Gemilang di Seri JuniorGP Barcelona
- Kamis, 30 Oktober 2025
JAKARTA - Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, membawa optimisme tinggi saat bersiap mengikuti seri keenam FIM JuniorGP World Championship 2025 di Circuit de Barcelona, Catalunya.
Setelah hasil positif di beberapa seri terakhir, Veda berharap bisa menampilkan performa terbaik di lintasan yang menantang ini.
“Sirkuit Barcelona akan menjadi trek baru bagi saya. Saya ingin beradaptasi secepat mungkin dan tampil maksimal di dua seri terakhir musim ini,” ujar Veda. Dengan posisi ke-11 di klasemen sementara JuniorGP dan mengoleksi 46 poin, pembalap asal Gunung Kidul ini menargetkan peningkatan performa di setiap lap.
Baca JugaLima Fakta Menarik Papa Zola The Movie Film Animasi Terlaris Malaysia
Selain itu, persiapan teknis dan strategi tim menjadi fokus utama untuk memastikan performa optimal. Tim AHM bekerja keras menyesuaikan set-up motor agar Veda mampu menghadapi kombinasi lintasan cepat dan tikungan teknis di Barcelona.
Kiandra Ramadhipa Bertekad Naik Podium
Sementara itu, pembalap muda Indonesia lainnya, M. Kiandra Ramadhipa, yang berlaga di European Talent Cup (ETC) bersama Honda Asia Dream Racing–Junior Team, menargetkan podium dan mempertahankan posisi lima besar klasemen.
Ramadhipa mengoleksi total 104 poin di musim debutnya dan menunjukkan konsistensi yang menjanjikan. “Saya ingin beradaptasi cepat dan tampil maksimal di sirkuit ini. Doa dan dukungan dari semua pihak sangat berarti bagi saya,” kata Ramadhipa.
Fokus Ramadhipa adalah menjaga ritme balapan dan memanfaatkan pengalaman menghadapi pembalap top Eropa. Adaptasi terhadap karakter sirkuit yang memadukan kecepatan tinggi dan tikungan teknis menjadi kunci agar peluang naik ke tiga besar tetap terbuka.
Karakter Lintasan dan Strategi Balap
Circuit de Barcelona-Catalunya dikenal sebagai lintasan yang menantang, dengan kombinasi trek lurus panjang dan tikungan teknis. Adaptasi cepat menjadi faktor penting bagi pembalap untuk meraih hasil maksimal.
Balapan JuniorGP akan berlangsung 14 lap per race, sementara ETC digelar 13 lap. Sesi kualifikasi JuniorGP berlangsung sehari sebelum race, memberi kesempatan pembalap menyesuaikan strategi dan set-up motor.
Kedua pembalap Indonesia akan menghadapi kompetisi sengit dari rival internasional, namun pengalaman dari seri sebelumnya menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan dan memaksimalkan potensi motor Honda.
Target Podium dan Pencapaian Prestasi
Veda dan Kiandra bertekad menutup musim dengan catatan positif. Veda berharap menembus posisi 10 besar klasemen JuniorGP, sementara Kiandra menargetkan naik ke podium ETC.
Kesuksesan kedua pembalap ini tidak hanya mengangkat nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga memperlihatkan konsistensi pembinaan pembalap muda dalam program Astra Honda.
Keduanya optimistis, dengan kombinasi kesiapan fisik, strategi tepat, dan dukungan tim, hasil maksimal bisa diraih di Circuit de Barcelona. Kecepatan, teknik, dan fokus menjadi kunci untuk menutup musim dengan prestasi gemilang bagi pembalap Indonesia.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pesan Tegas Presiden Prabowo Subianto Untuk Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia Maju
- Jumat, 06 Februari 2026
GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026
Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang
- Jumat, 06 Februari 2026
Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Pastikan Pelayanan Kesehatan Meningkat Wagub Sumut Sambangi Pasien Kanker RS Haji
- Jumat, 06 Februari 2026
Polsek Tarakan Timur Laksanakan Gerakan Kurve Masal Di Wisata Pantai Amal
- Jumat, 06 Februari 2026
Strategi Meraup Cuan Wisata Di Tengah Ketegangan Diplomatik Jepang Dan China
- Jumat, 06 Februari 2026
Negara ASEAN Didorong Selaraskan Standar Deteksi Serta Pelabelan Konten Kecerdasan Buatan
- Jumat, 06 Februari 2026
Menteri Pendidikan Menegaskan Kecerdasan Buatan Tidak Akan Bisa Menggantikan Peran Guru
- Jumat, 06 Februari 2026




.jpeg)







