Jumat, 06 Februari 2026

Menhub Dorong Elektrifikasi Kereta Api Wujudkan Transportasi Hijau Nasional

Menhub Dorong Elektrifikasi Kereta Api Wujudkan Transportasi Hijau Nasional
Menhub Dorong Elektrifikasi Kereta Api Wujudkan Transportasi Hijau Nasional

JAKARTA - Pemerintah Indonesia semakin serius mendorong sistem transportasi yang ramah lingkungan. 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa elektrifikasi jalur kereta api di seluruh Indonesia menjadi langkah strategis untuk mewujudkan transportasi hijau, efisien, dan modern. Langkah ini juga mendukung komitmen nasional menuju target net zero emission.

“Elektrifikasi jalur kereta api di seluruh Indonesia mewujudkan transportasi modern, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi saat menghadiri kegiatan di Banda Neira, Maluku Tengah. 

Baca Juga

Prabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas

Ia menyampaikan bahwa kereta api, sebagai moda transportasi yang masif dan terstruktur, memiliki potensi besar dalam mendukung sistem mobilitas rendah emisi di masa depan.

Menurut Dudy, di berbagai negara maju, masyarakat sangat bergantung pada kereta api karena biaya operasional yang terjangkau dan kapasitas angkutnya yang besar.

Melalui elektrifikasi, Indonesia diharapkan dapat mengejar efisiensi yang sama sambil mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. “Dengan adanya elektrifikasi, moda transportasi yang murah, masif, dan terstruktur ini akan semakin diminati,” tuturnya.

Kolaborasi KAI dan PLN untuk Akselerasi Elektrifikasi

Langkah nyata menuju elektrifikasi dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) di Jakarta.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menhub Dudy Purwagandhi sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan transformasi energi bersih di sektor transportasi.

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin bersama Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo. Dalam kesempatan tersebut, Dudy mengapresiasi inisiatif kedua BUMN tersebut yang dinilai menjadi tonggak penting dalam pembangunan nasional dan pelayanan publik berbasis energi ramah lingkungan.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan wujud kolaborasi strategis dalam tonggak transformasi sistem transportasi nasional menuju moda energi bersih,” kata Dudy. 

Ia menilai sinergi PLN sebagai penyedia energi dan KAI sebagai operator perkeretaapian merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dan BUMN untuk mempercepat elektrifikasi jalur transportasi darat di berbagai wilayah Indonesia.

Fokus pada Tiga Jalur Strategis dan Efisiensi Energi

Menhub Dudy menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, program elektrifikasi akan difokuskan pada tiga titik strategis, yakni jalur Padalarang–Cicalengka, jalur Cikarang–Cikampek, serta peningkatan sistem persinyalan pada jalur KRL Commuter Line Rangkasbitung. 

Ketiga jalur ini dianggap penting karena melayani arus penumpang dan logistik padat yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Dudy berharap, setelah penandatanganan nota kesepahaman ini, seluruh pihak segera menindaklanjutinya dengan Perjanjian Kerja Sama yang lebih rinci. Dokumen lanjutan tersebut diharapkan memuat rencana aksi, target waktu, serta pemetaan jalur yang jelas agar pelaksanaan elektrifikasi dapat berlangsung terukur dan efektif.

Kementerian Perhubungan juga menempatkan program ini sebagai prioritas utama karena manfaatnya yang luas, terutama dalam efisiensi operasi dan penghematan energi. “Kami harapkan rencana elektrifikasi jalur kereta api ini juga diikuti oleh perkembangan ekosistem industri kereta api dalam negeri,” lanjutnya.

Dorongan Menuju Ekonomi Hijau dan Transportasi Berkelanjutan

Selain efisiensi energi, elektrifikasi jalur kereta api juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar. Menhub Dudy menekankan bahwa sistem transportasi modern berbasis listrik akan membantu menciptakan pelayanan publik yang lebih andal, aman, dan ramah lingkungan. 

Hal ini sekaligus dapat menekan kemacetan di wilayah perkotaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah sekitar jalur rel.

Pemerintah berharap langkah ini menjadi pondasi menuju ekosistem green economy yang kuat. Dengan transportasi rendah emisi, Indonesia bukan hanya menekan polusi udara, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

“Elektrifikasi kereta api adalah bagian dari visi besar kita untuk mewujudkan sistem transportasi yang efisien, modern, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Menhub menutup pernyataannya.

Melalui program elektrifikasi jalur kereta api, Indonesia tengah menapaki babak baru dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan. 

Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian lingkungan, menuju Indonesia yang hijau dan berkelanjutan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam