JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan rebound signifikan setelah mengalami koreksi pekan sebelumnya.
Aktivitas investor asing kembali meningkat dengan aksi beli bersih di sejumlah saham unggulan, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi dan kinerja perusahaan nasional. Lonjakan transaksi juga terjadi di sektor perbankan, energi, dan industri, memperkuat tren positif IHSG.
Investor Asing Kembali Masuk Pasar
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Investor asing mulai menunjukkan minat kembali dengan melakukan pembelian bersih di pasar saham nasional. Pada perdagangan terbaru, asing mencatat net buy mencapai Rp533,30 miliar di seluruh pasar, termasuk Rp123,73 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi primadona dengan net buy terbesar Rp894,09 miliar.
Selain BBCA, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) juga menjadi incaran asing dengan masing-masing net buy Rp92,2 miliar dan Rp72,58 miliar.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor asing kembali percaya terhadap prospek perusahaan-perusahaan unggulan yang memiliki fundamental kuat dan posisi dominan di sektor masing-masing.
IHSG Rebound Setelah Koreksi Pekan Lalu
Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan kenaikan signifikan setelah sebelumnya mengalami pelemahan hingga 4,14% sepanjang pekan lalu, meninggalkan level psikologis 8.000.
Pada penutupan perdagangan terbaru, IHSG berhasil menguat 2,19% menjadi 8.088,98. Kenaikan ini seiring dengan lonjakan saham-saham bank jumbo, termasuk yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Aktivitas perdagangan juga tercatat ramai, dengan total transaksi mencapai Rp22,53 triliun dari 34,68 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,36 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 510 saham menguat, 183 melemah, dan 117 stagnan, mencerminkan optimisme yang kembali muncul di pasar modal nasional.
Sektor Finansial, Energi, dan Industri Memimpin
Penguatan IHSG didorong oleh performa sektor finansial, energi, dan industri. Saham-saham perbankan mencatatkan kenaikan signifikan, menjadi magnet bagi investor asing maupun domestik. Selain itu, saham energi dan industri yang memiliki fundamental kuat juga mengalami peningkatan harga, memperkuat tren penguatan IHSG.
Saham-saham unggulan seperti BBCA, ASII, dan TLKM menjadi fokus utama perdagangan. Sementara itu, saham-saham sektor energi dan industri pendukung, seperti BRMS dan JPFA, juga mencatat kenaikan net buy asing.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sektor korporasi nasional.
Optimisme Pasar dan Prospek Jangka Panjang
Kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia menandai optimisme terhadap prospek jangka panjang IHSG. Aktivitas beli bersih di saham unggulan menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental perusahaan yang kuat serta potensi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan rebound IHSG, lonjakan transaksi, dan peningkatan net buy asing, pasar modal terlihat mulai pulih setelah koreksi sebelumnya. Optimisme ini diharapkan mendorong arus investasi lebih lanjut, meningkatkan likuiditas pasar, dan memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kinerja korporasi nasional ke depan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












