JAKARTA - BPJS Kesehatan kembali mengasah kemampuan pegawai melalui Olimpiade Clinical Coding and Utilization Review (OCCUR) 2025.
Kegiatan ini fokus pada peningkatan keahlian pengodean klinis dan analisis pemanfaatan layanan, dua aspek penting dalam menjaga efisiensi pembiayaan Program JKN. Ajang ini juga menjadi sarana verifikator dan staf anti-kecurangan menunjukkan kompetensi serta inovasi dalam sistem pembayaran layanan kesehatan.
Strategi Peningkatan Kompetensi Pegawai
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
BPJS Kesehatan terus mendorong pengembangan kompetensi pegawai terutama pada pengodean klinis dan utilization review. Dua aspek ini dianggap krusial dalam menjaga ketepatan klaim dan efisiensi pembiayaan layanan kesehatan.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati, menekankan bahwa penguasaan kode diagnosis dan tindakan menentukan besarnya biaya pelayanan yang dibayarkan kepada fasilitas kesehatan.
Sementara itu, utilization review berperan penting mendeteksi ketidaksesuaian dan mencegah kecurangan dalam pelayanan.
OCCUR 2025: Ajang Kompetisi dan Pembelajaran
Olimpiade OCCUR 2025 menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan verifikator dan staf anti-kecurangan BPJS Kesehatan. Kegiatan ini telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya dan diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia yang lolos seleksi ketat.
Peserta diuji dalam membaca case record, menentukan kode diagnosis sesuai standar ICD, dan menganalisis rasionalitas pelayanan menggunakan pendekatan utilization review. Ajang ini juga mendorong pegawai berpikir kritis dan solutif dalam menangani klaim layanan kesehatan.
Integritas Sistem Pembayaran Layanan Kesehatan
BPJS Kesehatan menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan berawal dari sistem pembayaran yang akurat, transparan, dan akuntabel. Verifikator dan staf anti-kecurangan merupakan ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan Program JKN.
Melalui OCCUR, pegawai tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga memastikan klaim pelayanan sesuai ketentuan medis dan rasional. Hal ini penting untuk mencegah potensi penyimpangan dan meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta JKN.
Inovasi dan Karya Ilmiah Pegawai
Tahun ini, OCCUR 2025 juga dirangkaikan dengan ajang ilmiah yang menghadirkan lebih dari 50 Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari Duta BPJS Kesehatan. KTI tersebut menyoroti inovasi dalam mekanisme verifikasi klaim, peningkatan mutu data pelayanan, dan penguatan sistem deteksi dini potensi fraud.
Lily Kresnowati menambahkan bahwa karya ilmiah ini membuktikan pegawai BPJS Kesehatan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga mengembangkan sistem pembiayaan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. Ajang ini sekaligus memperkuat budaya belajar dan profesionalisme dalam menjaga kualitas layanan JKN.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












