Sabtu, 07 Februari 2026

BRI Perkuat Sinergi Pemerintah dan UMKM Lewat Kredit Perumahan Rakyat

BRI Perkuat Sinergi Pemerintah dan UMKM Lewat Kredit Perumahan Rakyat
BRI Perkuat Sinergi Pemerintah dan UMKM Lewat Kredit Perumahan Rakyat

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia memperkuat dukungan untuk Program Tiga Juta Rumah melalui perluasan akses kredit. 

Program ini membantu masyarakat memiliki hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan UMKM menjadi kunci keberhasilan implementasi program.

Komitmen BRI dalam Program Perumahan

Baca Juga

Prudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan komitmen bank terhadap program pemerintah melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dan KPR FLPP.

“Program rumah subsidi memberikan manfaat luas bagi masyarakat, menyejahterakan banyak keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian. BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang layak dan terjangkau, serta mendukung Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional yang bertujuan menyediakan rumah layak bagi rakyat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Sinergi Pemerintah dan Perbankan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah, BRI, dan masyarakat.

“BRI hadir tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra nyata masyarakat. Pegawai BRI mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Program ini terbukti memberi manfaat besar dan mendapat sambutan positif,” jelas Maruarar.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menambahkan bahwa sektor perumahan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menyumbang sekitar dua persen dari total pertumbuhan nasional.

Tantangan dan Dukungan di Daerah

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyoroti tingginya backlog perumahan di wilayahnya, mencapai 938.217 rumah tangga.

“Masih banyak warga yang belum memiliki rumah layak huni. Tambahan kuota Program Tiga Juta Rumah menjadi dorongan besar agar lebih banyak masyarakat Sumut mendapatkan hunian terjangkau,” tegasnya.

BRI menyalurkan KPP melalui dua sisi, yakni dari sisi supply, mendukung UMKM pengembang, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan, serta dari sisi demand, memberikan pembiayaan kepada individu/UMKM untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah.

Capaian dan Prospek Program

Hingga saat ini, BRI berhasil menyalurkan 25.080 unit rumah melalui KPR Subsidi FLPP, setara 100% dari kuota, menjadikan BRI sebagai bank Himbara dengan penyerapan FLPP tertinggi.

“Kuota FLPP meningkat dari 17.000 unit pada tahun sebelumnya menjadi 25.000 unit, tumbuh 47% YoY. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi pemerintah, perbankan, pengembang, asosiasi, dan masyarakat,” jelas Hery.

Semangat gotong royong diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan yang diikuti 3.000 peserta, termasuk developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan UMKM. Kolaborasi ini diharapkan terus diperkuat agar backlog perumahan dapat dikurangi secara signifikan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook