Sabtu, 07 Februari 2026

Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Infrastruktur untuk Majukan Ekonomi

Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Infrastruktur untuk Majukan Ekonomi
Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Infrastruktur untuk Majukan Ekonomi

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional.

Hingga Agustus 2025, penyaluran pembiayaan infrastruktur Bank Mandiri telah menembus Rp412,13 triliun. Langkah ini bukan sekadar memperluas akses terhadap pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyampaikan bahwa dukungan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Pemerintah. Ia menegaskan bahwa Bank Mandiri akan terus memainkan peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan infrastruktur berkelanjutan.

Baca Juga

Prudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memainkan peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi bangsa melalui pembiayaan infrastruktur. Langkah ini bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau bandara, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk tumbuh, berdaya, dan sejahtera,” ujar Ashidiq.

Pertumbuhan Kredit Infrastruktur yang Signifikan

Penyaluran pembiayaan infrastruktur tersebut tumbuh 15,23% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp357,65 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh.

Pembiayaan yang disalurkan mencakup berbagai subsektor strategis, seperti jalan, transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, dan konstruksi. 

Melalui pendanaan ini, Bank Mandiri berupaya memastikan infrastruktur menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi, terutama di daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan.

Ossy menambahkan bahwa kredit infrastruktur Bank Mandiri merupakan bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Kami meyakini pembangunan infrastruktur memiliki multiplier effect terhadap perekonomian mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan konektivitas antarwilayah, hingga mendorong investasi di sektor-sektor produktif,” tuturnya.

Subsektor Unggulan Penopang Pertumbuhan

Dari total pembiayaan tersebut, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp121,44 triliun, atau tumbuh 33,9% secara tahunan. Kinerja subsektor jalan juga meningkat 18,1% menjadi Rp55,81 triliun, disusul migas dan energi terbarukan yang naik 16,3% menjadi Rp39,66 triliun.

Sementara itu, subsektor telematika turut menunjukkan peningkatan dengan pertumbuhan 11,0% menjadi Rp40,16 triliun. Kinerja positif di berbagai subsektor ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang diberikan Bank Mandiri memiliki dampak luas terhadap pengembangan infrastruktur nasional. 

Dukungan ini juga memperkuat rantai pasok di berbagai sektor yang saling berkaitan, termasuk logistik, energi, dan teknologi informasi.

Melalui peran aktifnya, Bank Mandiri berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif, di mana setiap proyek infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat dan dunia usaha.

Sinergi Majukan Negeri dan Optimisme ke Depan

Sejalan dengan peringatan HUT ke-27 Bank Mandiri yang mengusung tema “Sinergi Majukan Negeri”, perusahaan optimistis terhadap prospek sektor infrastruktur nasional. 

Peningkatan pembiayaan ini diharapkan mampu mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintah dalam memperluas konektivitas antarwilayah.

Bank Mandiri menilai bahwa pembangunan infrastruktur merupakan pondasi utama untuk memperkuat daya saing nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 

Dengan dukungan pembiayaan yang kuat, diharapkan berbagai sektor industri dapat tumbuh lebih cepat, menciptakan peluang kerja, dan memperluas akses ekonomi ke seluruh lapisan masyarakat.

Melalui sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah, Bank Mandiri bertekad terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa perbankan nasional dapat berperan besar dalam mendorong pemerataan pembangunan serta menjadikan infrastruktur sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook