JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan signifikan pada perdagangan kemarin.
Meski berada di zona merah, sejumlah saham potensial tetap menjadi perhatian investor. Para analis merekomendasikan saham-saham dengan peluang melanjutkan tren bullish hari ini.
Kondisi IHSG Kemarin
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
IHSG menutup perdagangan dengan posisi 8.066,52, melemah 1,95% dari level sebelumnya. Selama sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.284,9 sebelum akhirnya turun hampir ke posisi terendah 7.974. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi.
Sektor transportasi, energi, dan keuangan menjadi kontributor utama pelemahan. Saham-saham di sektor tersebut tercatat melemah masing-masing 3,99%, 3,34%, dan 2,89%, menekan IHSG ke zona merah. Meskipun begitu, beberapa saham di luar sektor ini masih menunjukkan potensi pertumbuhan.
Volume perdagangan mencapai 48,25 miliar saham dengan nilai transaksi Rp32,01 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3,25 juta kali. Dari total 805 saham yang diperdagangkan, 583 saham melemah, 138 saham menguat, dan 84 saham stagnan.
Faktor Penekan IHSG
Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tekanan global dan domestik. Meningkatnya ketegangan perang dagang dan langkah kebijakan moneter The Fed memicu aksi jual investor asing. Investor institusi pun memilih menahan modal di tengah ketidakpastian pasar.
Meski demikian, analis menilai koreksi IHSG ini dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamati saham-saham potensial. Beberapa sektor masih memiliki fundamental kuat, termasuk sektor komoditas, energi, dan teknologi.
Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam memilih saham unggulan untuk strategi jangka menengah.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Sejumlah sekuritas memberikan daftar saham pilihan yang berpotensi bullish. Menurut BRI Danareksa Sekuritas, saham yang menarik dicermati antara lain ARCI, MDKA, dan SOLA. BNI Sekuritas merekomendasikan GZCO, SCMA, BWPT, BKSL, MINA, dan HRUM.
Phillip Sekuritas menyoroti AALI dan NSSS, sementara MNC Sekuritas menyarankan CDIA, ISAT, JSMR, dan RATU. CGS International Sekuritas memprediksi saham unggulan seperti NCKL, INDY, SIDO, AALI, DSNG, dan AMRT. Sedangkan Phintraco Sekuritas merekomendasikan ASSA, NCKL, INDY, MEDC, dan ULTJ.
Selain itu, Panin Sekuritas menyoroti NCKL, FILM, dan ADMR, sementara Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan ISAT, JSMR, SCMA, ATLA, BAIK, dan STAA. Samuel Sekuritas menambahkan daftar saham potensial ANTM, BREN, ENRG, MDKA, NSSS, dan FILM.
Strategi Investor Menghadapi IHSG
Investor disarankan tetap waspada dan selektif dalam memilih saham, terutama dalam kondisi pasar yang volatil. Memperhatikan sektor dengan fundamental kuat serta likuiditas tinggi menjadi kunci strategi. Selain itu, menjaga diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko di tengah koreksi pasar.
Analisis teknikal dan fundamental menjadi acuan penting sebelum membeli saham. Investor juga dianjurkan memanfaatkan peluang pada saham yang mengalami koreksi namun memiliki prospek jangka menengah hingga panjang. Dengan pendekatan hati-hati, potensi keuntungan tetap bisa diperoleh meski IHSG sedang berada dalam tekanan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












