JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian periode 2025-2030.
Peta jalan ini bertujuan memperkuat industri pergadaian sekaligus mendorong inklusi keuangan di masyarakat. Salah satu fokus utama adalah mendorong pelaku usaha gadai untuk meningkatkan porsi bisnis gadai secara bertahap, sehingga industri pergadaian dapat berperan lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat.
Roadmap ini juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pinjaman gadai dan layanan pembiayaan lainnya. Dengan strategi yang tepat, industri pergadaian diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga stabilitas operasionalnya.
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Diversifikasi Layanan Pergadaian
Layanan gadai tidak menjadi satu-satunya produk yang bisa ditawarkan oleh industri pergadaian. Selain pinjaman gadai, pelaku usaha dapat menyediakan pinjaman non gadai, seperti pinjaman modal kerja, cicilan emas, hingga pembiayaan kendaraan.
Diversifikasi ini menjadi strategi penting untuk menarik lebih banyak nasabah dan meningkatkan ketahanan industri di tengah dinamika ekonomi.
OJK mendorong agar setiap lembaga pergadaian memiliki proporsi yang seimbang antara pinjaman gadai dan non gadai. Hal ini tidak hanya menjaga kesehatan keuangan perusahaan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki berbagai opsi pembiayaan sesuai kebutuhan.
Batas Minimal Pinjaman Gadai untuk Stabilitas Bisnis
Dalam Roadmap, OJK menetapkan batas minimal porsi pinjaman gadai sebagai salah satu indikator penguatan industri. Batas minimal ini berfungsi sebagai tolok ukur agar bisnis gadai tetap menjadi tulang punggung perusahaan pergadaian.
Ketentuan ini sekaligus mendorong pelaku usaha untuk memperluas jangkauan layanan gadai, termasuk menyasar masyarakat yang selama ini belum terlayani. Dengan demikian, peta jalan OJK tidak hanya bersifat regulasi, tetapi juga menjadi panduan strategis agar industri pergadaian dapat tumbuh berkelanjutan.
Mendorong Inklusi Keuangan dan Literasi Masyarakat
Peningkatan porsi pinjaman gadai juga sejalan dengan upaya OJK memperluas inklusi keuangan. Dengan layanan gadai yang lebih optimal, masyarakat, terutama segmen yang belum memiliki akses perbankan, dapat memperoleh pembiayaan dengan cepat dan aman.
Selain itu, Roadmap juga mendorong literasi masyarakat terkait produk pergadaian. Edukasi tentang hak dan kewajiban nasabah serta risiko dan manfaat setiap jenis pinjaman diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap industri pergadaian.
Inisiatif ini menjadi kunci agar pertumbuhan bisnis gadai tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas.
Dengan peta jalan yang jelas, OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri pergadaian sambil memastikan masyarakat mendapatkan layanan pembiayaan yang aman, transparan, dan inklusif.
Strategi ini sekaligus membuka peluang bagi perusahaan gadai untuk berkembang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan finansial masyarakat masa kini.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












