JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menyalurkan 90,4% dari total penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) pemerintah senilai Rp 55 triliun.
Realisasi ini menegaskan komitmen BRI dalam mendukung program pemerintah untuk mendorong sektor riil dan UMKM. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa penyaluran dana SAL hampir selesai, namun pihak bank masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya alokasi tambahan.
"Kita udah realisasi 90,4%. Ya hampir selesai," ujar Hery, menegaskan efektivitas penyaluran dana pemerintah melalui BRI.
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Fokus Dukungan ke UMKM dan Sektor Riil
Dana SAL yang disalurkan BRI banyak diarahkan untuk nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan industri. Permintaan kredit dari sektor ini, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes), mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun per hari.
Hery menekankan bahwa BRI juga melayani segmen corporate dan commercial, namun tetap fokus pada sektor yang memberikan dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat.
"Jadi itu, tapi kan kita juga punya segmen yang lain, corporate, commercial, tapi yang tentunya ada hubungan dengan sektor-sektor riil yang bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat," pungkas Hery.
Alokasi SAL di Bank Pelat Merah
Sebelumnya, Kementerian Keuangan menarik dana SAL senilai Rp 70 triliun dari Bank Indonesia, sehingga total dana yang ditarik mencapai Rp 270 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 200 triliun telah disebar ke bank-bank pelat merah: BRI, Bank Mandiri, dan BNI masing-masing menerima Rp 55 triliun, BTN Rp 20 triliun, dan BSI Rp 15 triliun.
Dana ini bertujuan untuk memberikan dorongan kepada perekonomian melalui penyaluran kredit ke sektor riil, mendukung pertumbuhan usaha mikro dan meningkatkan kinerja industri nasional.
Penempatan dana SAL di BRI dan bank pelat merah lain menjadi instrumen strategis pemerintah dalam memastikan likuiditas mengalir ke sektor-sektor yang membutuhkan.
Rencana Penyaluran Dana Selanjutnya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut bahwa skema penempatan dana berikutnya akan difokuskan pada bank pembangunan daerah (BPD). Strategi ini diharapkan bisa memperluas jangkauan dana ke wilayah-wilayah yang lebih luas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
BRI sendiri menunggu keputusan terkait penempatan dana tambahan dari pemerintah, yang akan disalurkan dengan skema serupa namun menyasar nasabah di berbagai sektor riil.
"Nanti akan dikasih kalau ada alokasinya," ujar Hery, menegaskan kesiapan BRI dalam menyalurkan dana tambahan sesuai arahan pemerintah.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












