JAKARTA - PT TASPEN (Persero) mencatatkan total beban klaim mencapai Rp10,64 triliun hingga Agustus 2025, atau 67,65% dari target RKAP 2025.
Angka ini mencerminkan komitmen TASPEN dalam menyalurkan hak peserta, terutama Aparatur Sipil Negara dan pejabat negara, secara tepat waktu dan transparan.
Beban Klaim THT Jadi Kontributor Terbesar
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Program Tabungan Hari Tua (THT) menjadi penyumbang utama beban klaim, mencapai Rp9,20 triliun. Program THT memberikan perlindungan dwiguna, terkait usia pensiun dan asuransi kematian. Manfaat diberikan bila peserta mencapai usia pensiun, meninggal dunia, atau berhenti karena alasan lain.
Rincian Program THT:
Ditujukan untuk ASN dan pejabat negara.
Iuran bersumber dari peserta, pemerintah, dan hasil pengembangan.
Menjamin hak peserta sesuai peraturan dan manfaat program.
Jaminan Kematian dan Entitas Anak
Selain THT, program Jaminan Kematian (JKM) menyumbang Rp676,20 miliar. Beban klaim entitas anak TASPEN tercatat sebesar Rp674,01 miliar. Kedua komponen ini menjadi bagian signifikan dari total beban klaim, menunjukkan distribusi manfaat yang merata di seluruh program.
Fakta Penting:
Pembayaran klaim dilakukan tepat waktu sesuai hak peserta.
Program ini memastikan kepastian manfaat bagi keluarga peserta.
Kombinasi klaim JKM dan entitas anak menunjukkan diversifikasi risiko yang baik.
Jaminan Kecelakaan Kerja
Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menyumbang Rp81,17 miliar dari total beban klaim. Klaim ini menegaskan komitmen TASPEN dalam melindungi peserta dari risiko pekerjaan. Proses klaim dijalankan secara tepat waktu, sesuai standar layanan perusahaan.
Poin Utama:
Klaim JKK mencakup perlindungan atas kecelakaan kerja ASN.
Proses klaim dijamin transparan dan cepat.
Program ini menambah nilai keseluruhan keamanan finansial peserta.
Pendapatan Iuran dan Premi
Hingga Agustus 2025, TASPEN membukukan total pendapatan iuran dan premi sebesar Rp6,04 triliun, mencapai 69,28% dari target RKAP 2025. Pendapatan ini menjadi sumber utama untuk membiayai klaim program THT, JKM, JKK, dan entitas anak, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional perusahaan.
Informasi Tambahan:
Pendapatan iuran berasal dari peserta dan pemerintah.
Premi digunakan untuk pengembangan program dan pembayaran klaim.
Rasio pencapaian menunjukkan kinerja keuangan perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan.
Dengan total beban klaim mencapai Rp10,64 triliun dan pendapatan iuran Rp6,04 triliun, TASPEN menunjukkan kinerja yang transparan dan akuntabel. Semua program utama berjalan sesuai target, menegaskan komitmen perusahaan dalam melindungi hak peserta.
Kombinasi klaim yang tepat waktu, pengelolaan iuran, serta diversifikasi program menjadi fondasi utama pertumbuhan dan kepercayaan publik terhadap TASPEN.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












