JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menembus rekor tertinggi dua kali dalam sepekan.
Tren penguatan diperkirakan masih berlanjut hingga akhir pekan, didorong arus dana asing dan stabilitas rupiah. Investor optimis melihat dukungan kuat dari sektor perbankan, energi, dan infrastruktur sebagai penggerak utama pasar.
Rekor Baru IHSG dan Tren Uptrend
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
IHSG mencatat rekor tertinggi (all time high/ATH) pada perdagangan Senin dan Selasa secara beruntun. Meski hari ini ditutup turun tipis 0,04% ke level 8.166, pola uptrend diyakini tetap terjaga. David Kurniawan, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menilai koreksi yang terjadi bersifat sehat dan terbatas.
Koreksi terbatas ini dianggap wajar sebagai bagian dari mekanisme pasar dan profit taking jangka pendek. Dukungan utama tetap datang dari sektor perbankan, energi, dan infrastruktur yang menahan tekanan pasar. Investor pun memantau kelanjutan tren uptrend untuk melihat peluang kenaikan lanjutan pekan depan.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Data makro domestik yang solid menjadi bahan bakar utama penguatan IHSG pekan ini. Inflasi terjaga di level 2,65% YoY dan surplus perdagangan tercatat sebesar US$5,49 miliar. Kedua indikator ini memperkuat persepsi stabilitas ekonomi Indonesia di mata investor.
Selain itu, optimisme pasar didukung oleh stabilitas politik pasca pergantian Menteri Keuangan. Ekspektasi stimulus fiskal tambahan di kuartal IV meningkatkan daya tarik aset domestik bagi investor. Gabungan faktor makro dan politik membuat IHSG berpeluang mempertahankan momentum kenaikan saat ini.
Kinerja Sektor dan Pola Pergerakan Saham
Dalam dua hari perdagangan ATH, beberapa sektor mengalami koreksi, terutama industri dan konsumer siklikal. Sebaliknya, sektor infrastruktur konsisten mencatat pertumbuhan tertinggi di antara sektor lain. Investor menilai sektor ini defensif karena tetap tumbuh meski konsumsi melambat.
Sektor infrastruktur diuntungkan proyek strategis nasional dan dorongan investasi pemerintah. Potensi aliran dana swasta ke energi, telekomunikasi, dan transportasi publik turut menopang kinerja sektor ini. Sebaliknya, sektor industri dan konsumer siklikal masih tertekan oleh inflasi pangan dan depresiasi rupiah.
Prospek IHSG dan Strategi Investor
Pola uptrend IHSG diproyeksikan bertahan hingga akhir pekan, bahkan berpotensi melanjutkan kenaikan pekan depan. Stabilitas rupiah dan arus dana asing menjadi faktor penentu kelanjutan tren positif indeks. Investor disarankan memperhatikan sektor unggulan dan peluang jangka menengah untuk memaksimalkan portofolio.
Sektor infrastruktur tetap menjadi primadona karena dukungan pemerintah dan potensi proyek strategis. Koreksi sementara pada sektor industri dan konsumer siklikal dapat menjadi peluang beli bagi investor jangka panjang. Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan ketahanan pasar saham Indonesia dengan dukungan fundamental ekonomi yang kuat.
IHSG tembus rekor dua kali dalam sepekan, didorong dukungan sektor perbankan, energi, dan infrastruktur. Data makro yang solid, stabilitas politik, dan ekspektasi stimulus fiskal meningkatkan optimisme pasar. Momentum penguatan ini memperlihatkan ketahanan IHSG dan peluang berlanjutnya tren positif hingga pekan depan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












