JAKARTA - Memasuki Oktober, masyarakat kembali memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK), momen yang menekankan pentingnya pemahaman finansial agar uang dikelola secara bijak.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar akses terhadap produk, tetapi juga pemanfaatan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.
“Inklusi keuangan itu bukan hanya soal akses, tetapi juga pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang terjangkau, berkualitas, dan sesuai kebutuhan,” tulis unggahan Instagram @OJKindonesia.
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen, sementara indeks literasi baru 66,46 persen, menandakan banyak masyarakat masih perlu memahami produk keuangan secara menyeluruh.
5 Langkah Cerdas Mengelola Produk Keuangan
OJK membagikan lima cara cerdas agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan dan produk keuangan:
-Gunakan tabungan secara strategis
Pilih tabungan sesuai kebutuhan, seperti dana darurat, pendidikan, atau modal usaha. Menabung rutin meski nominal kecil tetap penting, perhatikan bunga, biaya administrasi, dan fitur digital banking.
-Miliki proteksi finansial
Asuransi penting untuk melindungi dari risiko tak terduga seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan aset. Pilih produk sesuai kemampuan dan kebutuhan agar perlindungan efektif.
-Investasikan sesuai tujuan
Mulai investasi dari nominal kecil, hindari keputusan berdasarkan tren sesaat, dan lakukan diversifikasi melalui reksa dana, emas, atau Surat Berharga Negara (SBN).
-Gunakan kredit dengan cermat
Kredit sebaiknya untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif. Cicilan ideal tidak lebih dari 30 persen penghasilan, periksa bunga, tenor, dan isi kontrak sebelum menandatangani perjanjian.
-Manfaatkan layanan digital dengan aman
Gunakan mobile banking, QRIS, atau dompet digital untuk kemudahan transaksi. Pastikan layanan berizin OJK atau Bank Indonesia, serta aktifkan fitur keamanan ganda agar data pribadi terlindungi.
Fokus Pemerintah pada Literasi dan Inklusi
OJK berharap langkah-langkah ini membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan layanan keuangan, baik dari lembaga perbankan maupun nonbank. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fokus pemerintah agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam sistem keuangan formal.
Dengan literasi yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai produk keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menghadapi risiko finansial secara lebih efektif.
Manfaat Bijak Mengelola Keuangan
Pemanfaatan produk keuangan secara tepat membantu masyarakat mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun panjang. Strategi menabung, investasi, proteksi, penggunaan kredit, dan layanan digital secara aman memungkinkan masyarakat mengelola risiko sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan aset.
Dengan demikian, Bulan Inklusi Keuangan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan finansial dan mempraktikkan langkah-langkah cerdas yang dianjurkan OJK.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












