JAKARTA - Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencatat kenaikan.
Saat ini, harga emas naik Rp 4.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.235.000 menjadi Rp 2.239.000 per gram. Harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Logam Mulia juga meningkat Rp 5.000 per gram, dari Rp 2.082.000 menjadi Rp 2.087.000 per gram.
Dengan kondisi ini, selisih antara harga jual dan harga buyback berada di angka Rp 152.000 per gram, menjadi acuan bagi investor dalam menilai keuntungan.
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Dua Macam Harga Emas Antam
Antam menetapkan dua harga untuk emas batangan produksinya: harga jual dan harga buyback. Harga jual berlaku saat pembelian dari gerai resmi, sementara harga buyback berlaku ketika investor menjual kembali emasnya.
Kedua harga ini penting dicermati bagi yang serius menekuni investasi emas batangan. Memahami selisih harga dapat membantu investor menentukan waktu tepat untuk membeli atau menjual.
Selain itu, kenaikan harga emas dapat menjadi indikator positif bagi investor jangka panjang. Kenaikan ini juga mencerminkan nilai emas yang stabil dan diminati masyarakat luas.
Potensi Untung Bagi Investor
Mengamati pergerakan harga historis, peluang keuntungan bisa terlihat jelas. Misalnya, pembelian emas pada 27 September 2025 senilai Rp 2.191.000 per gram mengalami kerugian 4,75%.
Sementara, membeli emas pada 4 September 2025 di Rp 2.044.000 per gram memberikan keuntungan 2,10%, dan pada 4 Juli 2025 di Rp 1.907.000 per gram menghasilkan keuntungan 9,44%.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin awal membeli emas, semakin besar potensi keuntungan seiring kenaikan harga di pasar. Investor cerdas biasanya memanfaatkan tren jangka panjang ini.
Strategi Investasi Emas Jangka Panjang
Data historis juga menunjukkan keuntungan signifikan bagi investor yang membeli emas jauh sebelumnya. Misalnya, pembelian pada 4 April 2025 di Rp 1.819.000 per gram menghasilkan 14,73% untung.
Lebih jauh lagi, emas yang dibeli pada awal tahun 2025 atau 2024 mencatatkan keuntungan di atas 30% hingga 85%, menegaskan emas sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.
Dengan demikian, memahami pola kenaikan harga, selisih harga jual dan buyback, serta strategi investasi jangka panjang menjadi kunci bagi investor. Pemantauan rutin harga emas membantu memaksimalkan potensi keuntungan.
Harga emas Antam menunjukkan tren positif dan memberikan peluang menarik bagi investor. Memahami dua macam harga dan mengamati pergerakan historis menjadi strategi penting untuk meraih keuntungan maksimal.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












