JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kunjungan strategis ke Koperasi Produsen Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama internasional dengan delegasi dari Swiss. Fokus utama adalah mendorong digitalisasi ekosistem bisnis koperasi peternakan agar lebih inklusif dan efisien.
Inisiatif ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang menghubungkan peternak rakyat, koperasi susu, dan industri. Digitalisasi diharapkan meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendorong pengelolaan bisnis yang lebih profesional.
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Kunjungan Strategis OJK
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, didampingi Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, meninjau ruang produksi di KPBS. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk melihat langsung implementasi teknologi di koperasi peternakan.
Hal ini juga menjadi momen penting untuk berbagi praktik terbaik dan strategi pengembangan usaha. Delegasi negara Swiss ikut hadir dalam kegiatan ini, memperlihatkan minat internasional terhadap model digitalisasi koperasi peternakan di Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang kerja sama bilateral di bidang keuangan dan teknologi.
Digitalisasi Ekosistem Bisnis
Sistem ERP di KPBS mengintegrasikan seluruh rantai produksi, mulai dari peternak rakyat hingga distribusi susu ke industri. Dengan digitalisasi, transaksi menjadi lebih transparan, efisien, dan mudah dipantau. Peternak dapat memperoleh informasi secara real-time, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih tepat dan cepat.
Digitalisasi juga memungkinkan koperasi mengelola stok, kualitas produk, dan distribusi secara terpusat. Hal ini mendorong profesionalisme usaha dan meningkatkan daya saing koperasi di pasar lokal maupun internasional.
Mendorong Inklusi Keuangan
Salah satu tujuan kunjungan OJK adalah memperkuat inklusi keuangan bagi peternak rakyat. Digitalisasi memudahkan akses pembiayaan, pembayaran, dan layanan keuangan lainnya. Peternak dapat menikmati fasilitas kredit atau tabungan yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga kapasitas ekonomi mereka meningkat.
Dengan akses ke layanan keuangan, koperasi dapat lebih cepat menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar. Inklusi ini juga membuka peluang bagi peternak untuk berinvestasi dalam peningkatan kualitas produk dan fasilitas produksi.
Apresiasi dan Kolaborasi Internasional
OJK memberikan apresiasi atas upaya KPBS dalam membangun sistem ERP yang efektif dan inovatif. Sistem ini menjadi contoh keberhasilan integrasi teknologi dalam bisnis koperasi skala rakyat.
Kerja sama dengan delegasi Swiss menunjukkan potensi ekspor pengetahuan dan teknologi ke skala internasional. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas koperasi peternakan nasional sekaligus memajukan ekonomi lokal dan kesejahteraan peternak.
Kunjungan OJK ke KPBS Pangalengan menegaskan komitmen digitalisasi koperasi peternakan. Integrasi teknologi, inklusi keuangan, dan kerja sama internasional menjadi kunci peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan peternak.
Inisiatif ini menghadirkan model bisnis modern yang dapat diterapkan di koperasi peternakan lainnya di seluruh Indonesia.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












