JAKARTA - Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2% seiring kerja sama OpenAI dengan Samsung dan SK Hynix.
Saham Samsung Electronics naik lebih dari 4%, sementara SK Hynix melonjak hingga 10%. Keduanya memasok chip memori untuk pusat data Stargate, mendorong optimisme pasar.
Kenaikan saham raksasa ini menjadi katalis utama bagi pasar Asia, menunjukkan sentimen positif terhadap sektor teknologi. Investor menilai kolaborasi global ini akan memperkuat posisi Korea Selatan di industri chip dan kecerdasan buatan.
Baca JugaIndonesia Gadai Oke: Proyeksi Gadai Emas Tetap Diminati Masyarakat
Pasar Asia Lainnya Ikut Terangkat
Indeks Kosdaq Korea naik 0,47%, sementara Jepang mencatat Nikkei 225 menguat 1,04% dan Topix stagnan. Di Australia, ASX/S&P 200 dibuka naik 0,61%, mencerminkan sentimen positif regional. Pasar China dan India tutup karena libur nasional, sehingga fokus investor bergeser ke Korea dan Jepang.
Kinerja pasar Asia yang menguat sebagian besar ditopang oleh saham teknologi dan pergerakan indeks regional yang solid. Hal ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tetap menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan pasar saham di kawasan ini.
Inflasi Korea dan Kekhawatiran Global
Indeks harga konsumen Korea meningkat 2,1% secara tahunan pada September, melampaui ekspektasi 2% dan lebih tinggi dari 1,7% pada Agustus. Data ini muncul di tengah kekhawatiran potensi shutdown pemerintah AS yang diperkirakan berlangsung beberapa hari.
Meskipun inflasi meningkat, pasar tetap optimis karena saham teknologi berhasil mengimbangi tekanan global. Investor menilai kombinasi kenaikan saham dan data inflasi yang moderat masih memberikan peluang pertumbuhan jangka menengah.
Kontrak Berjangka dan Wall Street
Kontrak berjangka saham AS bergerak mendatar pada awal sesi Asia setelah S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 naik 0,34%, Nasdaq Composite 0,42%, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,09%. Sentimen positif di Wall Street turut menambah kepercayaan investor di Asia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar global dan regional saling mempengaruhi. Investor Asia tetap optimis memanfaatkan momentum dari saham teknologi raksasa, sementara pergerakan kontrak berjangka AS memberikan sinyal stabilitas dan peluang perdagangan yang lebih terukur.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Asuransi Kesehatan Tetap Menjanjikan dengan Strategi Ciputra Life yang Efektif
- Kamis, 02 April 2026
Perak Antam Kembali Menguat, Menjadi Peluang Investasi yang Menjanjikan
- Kamis, 02 April 2026
Bank Indonesia Catat Tren Positif Transaksi QRIS Antarnegara Tahun 2026
- Kamis, 02 April 2026
Harga Emas Antam Menguat, Investor Bisa Manfaatkan Peluang Investasi Menjanjikan
- Kamis, 02 April 2026












