Laba BCA Capai Rp 40 T Hingga Agustus 2026 Kredit Tembus Rp 1.017 Triliun
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraup laba bersih secara bank only sebesar Rp 40,17 triliun sampai Agustus 2026.
Merujuk laporan keuangan bulanan yang diterbitkan perusahaan, perolehan keuntungan tersebut naik 2,85 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Kenaikan laba BCA sejalan dengan kenaikan distribusi kredit serta pendapatan bunga korporasi. Sampai akhir Agustus 2026, kredit yang disalurkan BCA menyentuh Rp 1.017,71 triliun. Jumlah tersebut melonjak 10,52 persen yoy.
Ekspansi kredit ikut memicu kenaikan total aset BCA. Per penutupan Agustus 2026, total aset korporasi dibukukan Rp 1.596,96 triliun atau naik 8,19 persen yoy.
Dari ranah pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan BCA mencapai Rp 1.256,83 triliun atau naik 8,33 persen yoy. Secara mendetail, dana giro naik 14,73 persen yoy menjadi Rp 447,5 triliun.
Sementara itu, dana tabungan meningkat 8,2 persen yoy menjadi Rp 626,69 triliun. Adapun dana deposito tercatat Rp 182,62 triliun, turun 4,3 persen yoy. Melalui ekspansi kredit dan DPK tersebut, proporsi loan to deposit ratio (LDR) BCA berada di posisi 80,97 persen.
Posisi tersebut naik jika dibandingkan LDR pada rentang waktu yang setara tahun sebelumnya sejumlah 79,38 persen. Dari sektor pendapatan, BCA meraup pendapatan bunga sebesar Rp 62,87 triliun sampai Agustus 2026.
Sementara itu, beban bunga dibukukan Rp 9,04 triliun. Dengan begitu, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BCA menyentuh Rp 53,82 triliun.
NII tersebut naik 1,33 persen yoy. Di luar pendapatan bunga, BCA turut mencatatkan pemasukan dari komisi, provisi, fee, dan administrasi sebesar Rp 13,59 triliun.
BCA juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 1,95 triliun serta surplus dari pelepasan aset keuangan sebesar Rp 1,82 triliun.