WARTAFINANSIAL.COM — Bursa Efek Indonesia membuka kembali perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) pada Kamis (17/9/2026) setelah disuspensi sejak 31 Agustus 2026. Pembukaan suspensi dilakukan pada Sesi I Periodic Call Auction, menandai berakhirnya penghentian sementara saham emiten nikel yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam tersebut.

Pembukaan kembali perdagangan PACK menjadi perhatian pasar setelah sebelumnya BEI menyoroti pergerakan harga saham yang tidak wajar. BEI bahkan telah memasukkan PACK dalam pengumuman Unusual Market Activity (UMA) pada 24 Agustus 2026, sebelum akhirnya menjatuhkan suspensi.

Jejak Kenaikan Harga PACK Sebelum Suspensi

Sebelum dihentikan sementara, saham PACK mencatat penguatan tajam dalam beberapa periode perdagangan. Pada 26 Agustus 2026, saham PACK ditutup di level Rp466 per saham, naik 9,91% dalam sehari.

Kenaikan tersebut bukan hanya terjadi dalam sehari. Dalam lima hari perdagangan, saham PACK telah menguat 45,63%, sedangkan dalam satu bulan kenaikannya mencapai 106,19%.

Secara year to date (YtD), saham PACK telah menguat 154,40%. Lonjakan ini yang membuat BEI menaruh perhatian khusus terhadap pergerakan saham emiten nikel tersebut.

Kronologi Suspensi dan Cooling Down

BEI pertama kali menghentikan sementara perdagangan saham PACK pada 27 Agustus 2026 dalam rangka cooling down. Suspensi kemudian dibuka sehari setelahnya.

Namun, BEI kembali menghentikan perdagangan saham PACK pada 31 Agustus 2026. Suspensi tersebut akhirnya dibuka kembali pada perdagangan 17 September 2026.

Pembukaan suspensi ini menjadi penanda bahwa proses cooling down yang dijalankan BEI telah selesai. Pasar kini menantikan bagaimana pergerakan saham PACK setelah kembali diperdagangkan.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham PACK

Bagi investor yang masih memegang saham PACK, pembukaan suspensi berarti saham tersebut kembali likuid dan dapat ditransaksikan di pasar. Sebelumnya, selama masa suspensi, pemegang saham tidak dapat menjual atau membeli saham PACK di bursa.

Namun, pembukaan suspensi juga membawa risiko tersendiri. Saham yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan sering kali menghadapi tekanan jual ketika perdagangan kembali dibuka, terutama jika kenaikan tersebut tidak didukung oleh fundamental yang sepadan.

Investor perlu mencermati apakah pergerakan harga PACK setelah pembukaan suspensi akan stabil, atau justru kembali memicu volatilitas yang membuat BEI kembali turun tangan.

Rumor Akuisisi yang Belum Terjawab

Pembukaan suspensi ini juga menjadi momen untuk melihat apakah rumor akuisisi yang sempat beredar terkait PACK akan terjawab. Selama periode suspensi, pasar menantikan kejelasan mengenai aksi korporasi yang mungkin melatarbelakangi lonjakan harga saham PACK.

Hingga pengumuman pembukaan suspensi, belum ada keterangan resmi dari manajemen PACK mengenai rencana akuisisi atau aksi korporasi lainnya. BEI sendiri menekankan bahwa pembukaan suspensi dilakukan murni dalam konteks mekanisme perdagangan, bukan konfirmasi atas rumor yang beredar.

Pelaku pasar disarankan untuk menunggu keterbukaan informasi resmi dari emiten sebelum mengambil keputusan investasi. Keterbukaan informasi menjadi kunci agar pergerakan harga saham PACK setelah suspensi dibuka tidak kembali memicu kecurigaan pasar.

Reporter: Redaksi