Pergerakan Kurs Rupiah Melemah Tipis Menginjak Level Rp 17.512 Per Dolar

Pergerakan Kurs Rupiah Melemah (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 11 September 2026 | 19:36:43 WIB

JABAR - Nilai tukar mata uang rupiah pada pasar spot mengawali perdagangan dengan penurunan tipis pada hari Kamis (10/9/2026).

Mata uang nasional ini menempati posisi Rp 17.512 setiap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk pada catatan Bloomberg, pergerakan rupiah terkoreksi 1 poin atau setara 0,01 persen apabila dibandingkan dengan angka penutupan sesi sebelumnya yang berada di level Rp 17.511 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur keperkasaan greenback atas enam mata uang utama dunia, pada jam 09.00 WIB tercatat turun tipis 0,03 persen menuju level 98,784.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan menuturkan, untuk sesi transaksi hari ini (10/9/2026), pergerakan rupiah bakal dipengaruhi oleh pendorong yang saling bertentangan.

Menurut pandangannya, rupiah hendak mendapati tekanan tarik-menarik di antara depresiasi dolar AS serta lonjakan harga komoditas minyak dan imbal hasil US Treasury.

Dari ranah internasional, posisi DXY yang tertahan di dekat angka terendah dua pekan masih membuka celah apresiasi bagi mata uang garuda.

Kendati demikian, meroketnya harga minyak lantaran peningkatan ketegangan konflik wilayah Timur Tengah berpeluang memicu inflasi AS sekaligus mempertahankan arah kebijakan hawkish Bank Sentral AS.

"Pasar besok juga akan menunggu PPI AS dan data jobless claims," ujar Brahmantya dikutip dari Sumbernya, Rabu (9/9/2026).

Meningkatnya data inflasi tingkat produsen AS berisiko mendongkrak kembali dorongan ekspektasi tingkat suku bunga Bank Sentral AS, indeks dolar AS, beserta imbal hasil US Treasury.

Sedangkan dari ranah domestik, respons pasar cenderung tampak lebih optimistis seiring bertambahnya posisi cadangan devisa tanah air menjadi kisaran 146,5 miliar dolar AS.

Langkah penyeimbang dari Bank Indonesia (BI) serta keterbukaan angka penjualan eceran dalam negeri turut menjadi penopang dari guncangan faktor luar.

Memerhatikan dinamika tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal berjalan sideways disertai kecenderungan menguat secara terbatas pada transaksi hari ini.

"Saya memperkirakan USD/IDR bergerak di kisaran Rp 17.600–Rp 17.800 per dolar AS," kata Brahmantya.

Wilayah Rp 17.500-Rp 17.600 menjadi ambang batas support bagi rupiah, sementara nilai Rp 17.700-Rp 17.800 berperan sebagai ambang batas resistance.

Reporter: Moch Febrianto