WARTAFINANSIAL.COM — Berdasarkan data dari laman resmi PT Aneka Tambang (Antam), logammulia.com pada pukul 08.38 WIB, emas batangan 1 gram di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, dibanderol Rp2.624.000. Angka ini turun Rp40.000 dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.664.000 per gram.
Ini bukan koreksi sekali jalan. Dalam rentang 26 Agustus–2 September 2026, harga emas Antam sudah merosot total Rp144.000 per gram. Bahkan, delapan hari beruntun harga tidak pernah mencatat kenaikan — tren yang jarang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Harga buyback ikut tertekan
Harga pembelian kembali emas Antam hari ini juga turun Rp40.000 menjadi Rp2.477.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.517.000. Selisih antara harga jual dan buyback (spread) saat ini mencapai Rp147.000 per gram.
Artinya, jika seseorang membeli emas hari ini lalu menjualnya kembali seketika, selisih yang hilang langsung mencapai Rp147.000 per gram. Spread selebar ini menjadi pertimbangan penting bagi investor ritel yang berencana jual beli dalam jangka pendek.
Pajak transaksi yang perlu diperhitungkan
Selain spread, pembeli emas batangan Antam juga menghadapi beban pajak. Pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,5% bagi non-NPWP.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, potongan PPh Pasal 22 lebih besar: 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% untuk non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi, sehingga mengurangi nominal yang diterima penjual.
Apa artinya bagi pembeli dan investor?
Dengan tren koreksi yang beruntun, investor yang membeli emas di harga tinggi harus menelan selisih kerugian lebih besar saat menjual kembali. Spread yang lebar ditambah pajak membuat investasi emas fisik kurang menarik untuk jangka pendek.
Namun untuk jangka panjang, emas batangan tetap menjadi pilihan penyimpanan aset yang kebal inflasi bagi sebagian orang. Yang perlu dicermati adalah waktu masuk dan keluar — membeli saat harga jatuh memang terlihat menggiurkan, tapi jangan lupa menghitung spread dan pajak agar tidak salah ekspektasi.
Koreksi harga emas Antam kali ini memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak akhir Agustus. Bagi calon pembeli, ada baiknya menunggu sinyal stabilisasi atau mempertimbangkan produk emas digital yang spread-nya lebih tipis. Untuk investor yang sudah memegang emas fisik, keputusan menjual sebaiknya dilakukan saat harga sudah menunjukkan tanda pemulihan.