WARTAFINANSIAL.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut porsi terbesar tanaman tebu nasional saat ini berada di tangan petani, namun kondisinya memprihatinkan. Dari total lahan tebu yang ada, sekitar 86 persen merupakan tebu rakyat atau plasma yang sudah tidak layak dan membutuhkan peremajaan.

“86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar, sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru,” kata Amran saat kunjungan kerja di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (26/8/2026).

Mengapa Peremajaan Mendesak Dilakukan

Tanaman tebu yang sudah berumur tua memiliki produktivitas yang jauh di bawah potensi optimalnya. Akibatnya, produksi gula nasional terus tertinggal dari kebutuhan dalam negeri yang setiap tahunnya meningkat.

Amran menilai upaya mengejar swasembada gula tidak bisa hanya mengandalkan perluasan areal tanam baru. Perbaikan dari sisi kualitas tanaman menjadi kunci utama, terutama lewat penggantian bibit tua dengan benih unggul yang lebih produktif.

“Peningkatan produksi gula nasional tidak cukup hanya melalui perluasan areal tanam. Produktivitas tanaman tebu yang sudah tua juga perlu ditingkatkan melalui peremajaan, penggunaan benih unggul, perbaikan budidaya, dan peningkatan rendemen,” jelasnya.

Target Tiga Tahun dan Dampak bagi Petani

Program peremajaan ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun. Dengan anggaran yang sudah disiapkan, pemerintah akan membongkar tanaman lama di lahan-lahan plasma dan menggantinya dengan bibit tebu baru yang lebih unggul.

Bagi petani, program ini menjadi angin segar. Biaya pembongkaran dan penanaman ulang yang selama ini menjadi beban berat petani akan ditanggung pemerintah lewat skema bantuan. Petani tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk memulai siklus tanam baru.

Langkah ini diharapkan mampu mengerek produktivitas tebu rakyat secara signifikan. Jika berjalan sesuai rencana, pasokan bahan baku untuk pabrik gula milik negara maupun swasta akan lebih terjamin, dan ketergantungan pada gula impor bisa ditekan secara bertahap.

Lampung sendiri menjadi salah satu sentra produksi tebu nasional yang akan merasakan langsung dampak program ini. Dengan peremajaan yang masif, target swasembada gula yang selama ini menjadi pekerjaan rumah panjang pemerintah mulai menemukan titik terang.

Reporter: Redaksi