Rupiah Catat Penguatan 104 Poin Selama Sepekan Hingga Rp 17.694 USD
JAKARTA - Kurs mata uang rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) merangkak naik 104 poin atau 0,58% pada durasi transaksi 17-21 Agustus 2026.
Rupiah bergulir mulai kisaran Rp 17.798 hingga dimungkasi pada angka Rp 17.694 per dolar AS pada penghujung pekan.
Di transaksi Senin (17/8/2026), rupiah dimulakan terangkat 21 poin atau 0,12% menuju rentang Rp 17.806 per dolar AS.
Tren positif berlanjut sampai penutupan lewat lonjakan rupiah 29 poin pada angka Rp 17.798 per dolar AS.
Memasuki sesi transaksi Selasa (18/8/2026), mata uang rupiah berbalik terkoreksi.
Uang Garuda diawali tertekan 52 poin atau 0,29% pada kisaran Rp 17.850 per dolar AS kemudian ditutup melemah 64 poin atau 0,36% ke Rp 17.862 per dolar AS.
Rupiah kembali perkasa pada sesi transaksi Rabu (19/8/2026).
Saat pembukaan, rupiah terangkat tipis 1 poin atau 0,01% pada kisaran Rp 17.861 per dolar AS.
Kenaikan tersebut lantas bertahan sampai penghujung transaksi.
Rupiah dimungkasi naik 22 poin atau 0,12% menuju rentang Rp 17.840 per dolar AS.
Gerakan ini mengemuka setelah Bank Indonesia mempertahankan tolok ukur suku bunga acuan atau BI Rate di kisaran 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) rentang 18-19 Agustus 2026.
Di sesi transaksi Kamis (20/8/2026), rupiah kembali positif.
Rupiah dimulakan naik 46 poin atau 0,26% pada kisaran Rp 17.794 per dolar AS lalu memungkasi transaksi lewat penguatan 92 poin atau 0,52% pada angka Rp 17.748 per dolar AS.
Laju positif rupiah bertambah pada sesi transaksi Jumat (21/8/2026).
Rupiah dimulakan naik 11 poin atau 0,06% menuju rentang Rp 17.737 per dolar AS.
Pada sesi akhir transaksi, rupiah menguat 54 poin atau 0,30% pada angka Rp 17.694 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah tetap bergulir fluktuatif pada sesi transaksi Senin (24/8/2026).
Walau begitu, rupiah ditargetkan menguat pada rentang Rp 17.640-Rp 17.700 per dolar AS.
Terkait perdagangan untuk kurun sepekan ke depan, Ibrahim menduga rupiah bergulir dalam area Rp 17.600-Rp 17.900 per dolar AS.
Menurut paparan dari Sumbernya, pergerakan rupiah pekan depan bakal tetap dipengaruhi oleh beberapa sentimen global.
Di antaranya yaitu situasi perselisihan Amerika Serikat dan Iran pada area Timur Tengah beserta meningkatnya kewajiban utang pemerintah AS.
Departemen Keuangan AS awal mulanya menyampaikan rancangan membesar-besarkan aksi beli ulang (buyback) obligasi negara (Treasury) bertenor lebih panjang jadi paling sedikit US$ 4 miliar pada tiap-tiap pelaksanaan operasi.