Pengetatan Subsidi BBM Bagi Desil 10 Serta Ajang KKI 2026 Dari Sumbernya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Gedung DPR (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:47 WIB

TERNATE - Program pengetatan bantuan BBM bagi golongan desil 10 menjadi bagian dari berita yang banyak disimak dari Sumbernya sepanjang Kamis (20/8).

Tidak hanya itu, bank sentral pun kembali menyelenggarakan ajang Karya Kreatif Indonesia 2026.

Untuk rincian lebih jelas, berikut ikhtisar informasi populer tersebut:

Subsidi BBM untuk Desil 10 Hendak Dibatasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan wacana kebijakan pembatasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyasar golongan warga kelas atas atau desil 10.

Skema ini dirancang demi memastikan distribusi subsidi energi dapat semakin tepat sasaran sekaligus menekan defisit anggaran negara.

Lewat pembatasan tersebut, otoritas memprediksikan potensi penghematan belanja subsidi BBM sampai 10 persen.

Rencana efisiensi ini ditargetkan berjalan bertahap dalam kurun beberapa bulan ke depan.

Selain desil 10, kategori desil 9 turut berpotensi dimasukkan ke dalam daftar pembeli yang dilarang memperoleh BBM bersubsidi varian Pertalite.

Tindakan efisiensi ini menjadi sangat vital mengingat pagu subsidi energi pada RAPBN 2026 telah ditetapkan bernilai Rp 210 triliun, dan diperkirakan melonjak hingga Rp 272,95 triliun pada RAPBN 2027.

BI Kembali Melangsungkan Karya Kreatif Indonesia 2026

Bank sentral kembali menggelar pameran tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.

Pameran berskala nasional ini dirancang guna mengakselerasi pembinaan kapasitas serta memperluas penetrasi pasar dunia bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah tersebut diharapkan mampu menguatkan kontribusi UMKM terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

Penyelenggaraan KKI 2026 menyatukan sinergi lintas sektor yang kuat dengan melibatkan 27 Kementerian/Lembaga serta disokong oleh 34 mitra strategis dari ranah perbankan, asosiasi, hingga pelaku industri.

Sinergitas ini ditujukan buat memacu digitalisasi UMKM, memperlebar jejaring pasar dalam negeri dan ekspor, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif juga berkelanjutan.

"Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti saat membuka KKI 2026, Kamis (20/8).

Reporter: Moch Febrianto