Masyarakat Berbondong Beli Emas Ekosistem Pegadaian Tembus 153 Ton Lebih

PT Pegadaian (Persero) mencatat total kelolaan emas dalam ekosistem Bullion Bank telah menembus lebih dari 153 ton hingga Agustus 2026 (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:33 WIB

JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) melaporkan akumulasi kelolaan emas dalam ekosistem Bullion Bank telah menembus angka 153 ton hingga Agustus 2026.

Hasil tersebut resmi melampaui sasaran kelolaan emas sebesar 110 ton sepanjang tahun 2026.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah menerangkan kelolaan emas itu sebanding dengan kurang lebih Rp350 triliun menurut estimasi harga emas yang diterapkan perusahaan.

“Kami saat ini kelolaan, sebagaimana pengelolaan emas di Bullion Bank ini, sebagaimana yang disampaikan juga oleh Pak Presiden kan beberapa waktu lalu, kami sudah lebih dari 153 ton. Mungkin equivalent dengan harga emas Rp2,6 juta mungkin sudah setara Rp350 triliun,” ujar Eka saat ditemui usai acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Eka menilai, nilai kelolaan tersebut bersumber dari beragam layanan Bullion Bank, seperti deposito emas, cicilan emas, tabungan emas, perdagangan emas, hingga fasilitas penyimpanan atau vaulting.

Di antara produk tersebut, cicilan emas menjadi pendorong utama terhadap keseluruhan kelolaan.

Adapun pesatnya kelolaan emas dipicu oleh kian maraknya antusiasme warga dalam bertransaksi emas.

Sejak tahun lalu hingga memasuki awal 2026, warga terus menggenjot aktivitas transaksi, mulai dari pembelian emas, tabungan emas, sampai cicilan emas.

“Kami tahu bahwa sejak tahun lalu sampai dengan awal tahun itu pergerakan harga emas tinggi banget. Sehingga ini memancing animo masyarakat untuk mau melakukan transaksi di bidang emas. Baik itu pembelian emas, tabungan emas, cicilan emas, itu memang semua terjadi lonjakan yang signifikan,” ujarnya.

Hasilnya, lonjakan lonjakan permintaan yang berlangsung dari Januari sampai Mei 2026 tersebut membuat patokan kelolaan emas yang mulanya dipasang 110 ton telah terlampaui sebelum akhir tahun.

“Sebetulnya ini sudah melewati target akhir tahun kami. Jadi target kami itu untuk di emas ini kami di 110 ton. Tapi, kami itu sudah sampai 153 ton. Artinya memang terjadi lompatan di awal tahun ini,” kata Eka.

Reporter: Moch Febrianto